(Lukas 24:1-12)
Dalam dunia yang serba cepat ini, karya dan pencapaian jadi tolok ukur nilai manusia. Banyak orang, bahkan orang Kristen, terjebak dalam euforia hasil: seberapa sukses, seberapa terkenal, seberapa besar dampaknya. Pelayanan pun bisa berubah arah—bukan lagi soal menjadi saksi Kristus, melainkan soal eksistensi diri. Kita mulai lupa: untuk apa dan untuk siapa kita berkarya?
Namun pagi itu, di kubur Yesus, para perempuan datang dengan hati berduka. Yang mereka pikirkan hanya satu: siapa yang akan menggulingkan batu penutup kubur? Tapi saat mereka tiba, batu itu sudah terguling. Tak hanya kubur yang terbuka, tapi juga realitas baru iman: Kristus telah bangkit! Kebangkitan-Nya adalah jaminan kemenangan, bukan hasil upaya manusia, melainkan anugerah Allah. Batu penghalang yang tak mampu mereka singkirkan telah Allah singkirkan lebih dulu.
Itulah kabar yang mengguncang dunia. Dan seperti para perempuan yang segera berlari membawa kabar itu, kita pun dipanggil untuk menjadi saksi. Bukan karena kita paling hebat, tapi karena Tuhan sudah membuka jalan. Karya kita adalah respons, bukan prestasi.
Pada Hari Paskah ini, mari tanya diri kita: adakah karya yang kita buat sungguh memuliakan Kristus? Ataukah hanya menambah sorotan atas nama kita sendiri? Tantangannya bukan menghasilkan lebih banyak, tapi menjadi lebih setia—karena batu itu sudah terguling, dan tidak ada lagi alasan untuk tidak bersaksi. Amin. (EBWR)