Seorang ayah akan menjual jam kuno berusia 200 tahun milik kakeknya. Dia suruh anaknya ke toko perhiasan, jam itu hanya ditawar satu juta rupiah, pindah ke tempat gadai, ditawar seratus ribu rupiah, lalu ke museum, kurator mau membeli lima milyard untuk koleksi museum. Nasihat sang ayah : “Tempat yang tepat akan menghargai dirimu dengan cara yang tepat. Jangan temukan dirimu di tempat yang salah jika kamu tidak ingin dihargai. Bagaimana Tuhan Yesus dihargai dan dimuliakan? Dan bagaimana dengan kita yang adalah pengikuti pengikut Kristus?
“ Tuhan Yesus dihargai dan dimuliakan Bapa-Nya dengan peneguhan. Ada suara dari langit berkata : “Engkau Anak- Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan” (Luk 3:22). Masihkah kita meragukan siapakah Tuhan Yesus itu bagi kita? Dia hadir dengan cara yang tepat, peneguhan dari Bapa-Nya. Anak Allah turun ke dunia menjadi manusia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.
“ Orang-orang percaya dihargai dan dimuliakan Allah dengan meterai baptisan dan kuasa Roh Kudus. Orang Samaria sudah menerima Firman Tuhan tetapi mereka belum mengalami kuasa Roh Kudus (Kis 8:16). Apakah ada di antara kita yang masih menunda untuk dihargai dan dimuliakan Allah?. Kesetiaan kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan harus dikuatkan dengan kepenuhan Roh Kudus yang dibuktikan dalam perkataan dan perbuatan hidup kita. Sudahkah kita lakukan?
“ Penghargaan dari Allah dan hidup mulia harus kita saksikan. Kita bukan seperti jam kuno yang berharga satu milyard tetapi masuk museum sebagai barang antik. Menjadi Kristen bukan hanya untuk diri sendiri dan hidup tertutup. Kita harus bersedia menjadi saksi hidup dari Tuhan yang bangkit dan hidup. (AGP)
Jadilah orang Kristen yang berharga dan mulia
BA Ta ME PAN SEA PEN PA