Beberapa orang yang saya kenal, ketika diminta check ke laborat mengatakan takut kalau hasilnya jelek. Lebih baik tidak check karena itu membuat dirinya tidak nyaman, kebenaran sering kali justru menggelisahkan.
Demikian juga dengan kehidupan umat Tuhan. Ketika Nabi Yeremia bernubuat bahwa bangsa Israel akan dibuang ke Babel dan seluruh perkakas rumah Allah akan dijarah seluruhnya dan dibawa ke Babel oleh raja Nebukadnezar, kehancuran bangsa Israel akibat dosa yang telah mereka lakukan dan tidak mendengarkan Firman Tuhan yang menimbulkan sakit hati Tuhan. Nubuat nabi Yeremia dan kebenarannya menggelisahkan umat Tuhan.
Pada saat itu tampillah seorang yang bernama Hananya bin Azur di depan Yeremia di rumah Tuhan dan di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat, yang menyatakan nubuatannya bahwa Tuhan telah berfirman kepadanya bahwa dalam dua tahun Allah akan mengembalikan semua perkakas rumah Tuhan beserta orang- orang buangan dari Babel. Nubuat Hananya bertolak belakang dengan nubuat Yeremia. Tentu Yeremia juga menginginkan kembalinya para tawanan, namun menurut Yeremia apa yang dikatakan Hananya itu tidak benar, karena Israel harus tetap menjalani hukuman Allah. Waktu akan membuktikan sebuah kebenaran bahwa Hananya itu nabi palsu. Yeremia menegaskan bahwa “Tuhan tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta….Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati…” (Yer. 28:15-17). Sehingga Hananya pun mati dua bulan kemudian. Kalau kita berbuat salah atau dosa dan kita diperhadapkan dengan kebenaran Firman Tuhan, dan kita bergumul dan gelisah, itu justru bertanda baik. Kebenaran Firman Tuhan acapkali menggelisahkan hati kita, kalau hati kita gelisah akibat teguran Firman Tuhan berarti kita masih peka terhadap Suara Tuhan. Kalau hati kita sudah tidak gelisah, berarti kerohanian kita justru dalam keadaan kering atau mati.