Misi gereja adalah membangun kehidupan spiritualitas umat Tuhan agar dapat menjalankan tugas sebagai Penabur, oleh sebab itu gereja janganlah kehilangan fokus dan terjebak untuk membangun dan memperindah gedung gereja saja.
Tuhan Yesus menyiapkan murid-muridnya untuk menjalankan misi Tuhan untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Oleh sebab itu Tuhan Yesus banyak melakukan pengajaran dengan perumpamaan agar orang-orang yang mendengar dapat melanjutkan misiNya di dunia.
Pada hari itu ketika orang banyak datang berbondong- bondong mengerumuni Yesus, maka Ia naik ke perahu untuk mengajar orang banyak yang berdiri di pantai dengan memakai perumpamaan.
Yesus mengajar orang banyak dengan perumpamaan, penabur yang menabur benih di ladangnya untuk bercocok tanam. Benih jatuh di empat lokasi yang berbeda dan menghasilkan hasil yang berbeda. Sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Benih yang jatuh di tanah subur yang baik tumbuh baik dan berlipat ganda menjadi tanaman yang melimpah.
Apakah artinya? Seorang murid Tuhan bertugas untuk menaburkan Firman semua pertumbuhan bergantung dari keberadaan orang yang mendengar Firman Tuhan itu sendiri. Janganlah kecewa kalau pertumbuhannya lambat, tidak sesuai dengan yang kita harapkan, bahkan ada yang sama sekali tidak bertumbuh atau meninggalkan Tuhan. Janganlah patah semangat kalau apa yang kita sampaikan tidak diterima dengan baik. Teruslah menabur Firman Tuhan. Teruslah menjalankan misi Tuhan menjadikan semua bangsa muridNya. Tuhan memberkati