Baru-baru ini sebuah TV swasta menayangkan kesaksian Ibu dari anak korban pelecehan seksual di JIS. Saat anaknya dibawa ke tempat fitness, dia melihat seorang pria berbadan kekar. Anak itu bertanya kepada ibunya, apakah pria itu bisa diminta untuk menjaganya. Rupanya selama ini dia sangat ketakutan sampai tidak berani menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Dia membutuhkan kehadiran pria berbadan kekar itu untuk menjaganya.

Kehadiran seseorang yang dapat diandalkan, tentu saja membuat kita tenang berada di sampingnya. Kita dapat melangkah dengan percaya diri, berani, sukacita, damai, dan tentram. Itulah juga yang terjadi pada murid-murid Yesus. Perubahan terjadi waktu pertama kali Tuhan Yesus menampakan diri kepada para murid. Mereka yang tadinya takut, kini menjadi sukacita, Yohanes 20:19-20. Perjumpaan dengan Kristus juga membuat perubahan pada diri Petrus. Dia yang tadinya menyangkal Yesus di hadapan orang Yahudi, kini malah berani memberitakan tentang Dia kepada mereka, Kisah Para Rasul 2:14, 22-23.

Saat ini, kita mungkin tidak bisa berjumpa wujud Tuhan Yesus seperti yang telah dialami para murid. Namun hal ini bukan berarti kita tidak dapat mengalami perubahan hidup seperti mereka. 1 Petrus 1:3-9 menjelaskan, walaupun kita tidak bisa melihat-Nya, tapi iman kita mampu merasakan pernyertaan dan bimbingan-Nya. Bahkan, dukacita karena berbagai pencobaan akan dipakai Tuhan untuk memurnikan dan mendewasakan iman kita. Karena itu pakailah setiap pengalaman hidup kita sebagai sarana untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus, supaya hidup kita berubah serta iman kita terus bertumbuh di dalam Tuhan.      [Ejo]

You May Also Like

Pergilah Dan Perbuatlah Demikian!

“Berani kotor!” Demikian semboyan dalam iklan sebuah deterjen pencuci baju. Kalimat itu…

Suara Rakyat, Suara Tuhan?

Beberapa orang Kristen perdana di Roma mulai memegahkan diri sehubungan dengan kelahiran…

Kasih Allah Melampaui yang Didoakan dan Dipikirkan

Yohanes 6:1-21 Injil Yohanes adalah Injil yang ditulis dengan tujuan agar pembacanya…

Undangan Untuk Berhikmat

“Janganlah seperti orang bebal…” “Sebab itu janganlah kamu bodoh…” Dalam Efesus 5:…