Melayani Tuhan adalah suatu penghormatan. Siapakah kita sehingga Tuhan mempercayakan tugas yang mulia kepada kita? Kita hanyalah manusia berdosa, Tuhan menjadikan kita sebagai mitra kerja-Nya. Tuhan memberi kita kuasa-Nya. Oleh sebab itu, marilah melayani Tuhan dengan rasa kagum dan hormat. Panggilan Tuhan itu misterius. Ia datang begitu halus dan lembut. Hanya dengan keheningan terdalam dalam diri kita, kita bisa mendengarnya. Akan tetapi, tidak ada yang lebih pasti atau lebih kuat, tidak ada yang begitu tegas dan mendesak seperti panggilan itu. Tuhan selalu memanggil kita.
Namun yang jadi masalah adalah banyak orang sebenamya takut jika Tuhan tidak akan pemah bisa memakai hidup mereka. Beberapa orang merasa tidak layak oleh karena dosa dan kesalahan masa lalu mereka. Sementara yang lainnya merasa tidak memenuhi syarat karena merasa tidak memiliki pendidikan, bakat, atau latar belakang yang tepat. Mungkin kita sedang merasakan salah satu dari dua perasaan itu, merasa tidak layak atau merasa tidak mampu.
Tetapi lihatiah kehidupan Nabi Yeremia, bagaimana Tuhan memakai dia untuk melakukan perkara-perkara yang di luar pikiran kita. Yeremia ragu saat dipanggil oleh Tuhan. Ia merasa tidak pandai berbicara, pula masih muda (ay. 6). Berfirmanlah Tuhan kepada Yeremia, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa” (ay. 5). Firman Tuhan “Aku telah mengenal engkau” menunjukkan sudah ada tujuan di saat Tuhan menciptakan Yeremia. Saat setiap bagian tubuh dibentuk di dalam rahim sang ibu, sudah ada sebuah maksud dibenak Tuhan, yakni menetapkan Yeremia sebagai nabi. Yeremia harus membuka mulut menyampaikan nubuatan kepada bangsa-bangsa. Jangan takut untuk melayani karena Tuhan yang akan meneguhkan dan menyempumakan kita dalam melakukan tugas panodilan kita.