ang berjudul “The Man Who Lost Himself” Mark Inglis, seorang a Baru yang senang mendaki gunung sejak usia 12 tahun uk menaklukkan Mount Everest, puncak gunung tertinggi di dunia 18 meter dari permukaan laut. Tetapi sayang, saat ia berumur g mendaki Mount Cook, gunung tertinggi di Selandia Baru, ia ang sangat dingin selama dua minggu. Akibatnya, kedua kakinya J harus diamputasi. Peristiwa ini sempat membuatnya putus asa ta-cita menaklukkan Mount Everest. Kehilangan kedua kakinya upnya kurang dan tidak berguna. Kedua kakinya yang diamputasi n kaki palsu. Ia melupakan cita-citanya, sampai suatu hari seorang lah nasihat kepadanya: “Sesungguh-nya Tuhan akan memberikan ngan pada kakimu dan memberi kekuatan pada bagian tubuhmu remberikan semangat kepadanya untuk mewujudkan cita-citanya.
memperkuat kedua tangannya untuk menopang kedua kaki hun kemudian ia berhasil menakklukkan Mount Cook, dan empat hasil mencapai puncak Chou Oyu, puncak gunung tertinggi kedua In kemudian ia berhasil mencapai puncak tertinggi di dunia Mount ncatat bahwa ia orang pertama dengan kedua kaki palsu yang it Everest. Dan ia bersaksi, Tuhan melengkapi apa yang kurang
eenyadari bahwa dibalik kekurangan seseorang (bahkan mungkin tidak ada yang dapat diandalkan dari dirinya), sesungguhnya ada fan berikan untuk melengkapinya dalam berkarya bagi dunia. perkawinan di Kana saat sebuah keluarga baru dibentuk, Tuhan kan awal sebuah keluarga yang memulai kehidupan di dunia Oleh sebab itu Yesus melakukan mujizat untuk melengkapi arga memulai karyanya di dunia, yakni menjadi saksiNya. (JS)