Membangun kembali tembok Yerusalem dalam Nehemia 3 bukanlah hasil kerja keras satu orang, melainkan sebuah simfoni ketaatan dari berbagai kalangan. Catatan sejarah ini menunjukkan partisipasi yang luar biasa: mulai dari imam besar, penyepuh emas, pembuat minyak wangi, hingga para penguasa daerah, semua mengambil bagian “di samping” satu sama lain. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan berkenan menyatakan karya-Nya yang baik melalui keberadaan setiap orang dalam persekutuan. Tidak ada peran yang terlalu kecil; setiap tangan yang terulur adalah instrumen anugerah-Nya.

Keindahan kesatuan ini ditegaskan kembali dalam Mazmur 133, yang menggambarkan betapa baik dan indahnya jika saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Kesatuan hati inilah yang mendatangkan berkat kehidupan dari Tuhan. Semangat “Kami siap untuk membangun!” muncul ketika umat menyadari bahwa tangan Tuhan yang baik melindungi dan menyertai mereka. Karena itu, kita dipanggil untuk berperan aktif dalam pekerjaan Tuhan sesuai kemampuan masing-masing, tanpa harus menunggu orang lain melakukannya terlebih dahulu.

Bayangkan sebuah mosaik raksasa. Setiap kepingan kaca memiliki warna, ukuran, dan bentuk yang berbeda. Jika kepingan-kepingan itu tergeletak sendirian, mereka mungkin terlihat tidak berarti. Namun, ketika sang maestro menyatukannya, perbedaan tersebut justru membentuk sebuah gambar yang agung dan indah. Demikianlah kita di tengah persekutuan. Kita adalah kepingan-kepingan unik yang dipanggil Allah untuk “menempelkan diri” pada bidang pelayanan yang telah Ia tentukan. Jangan menunggu kepingan lain bergerak; mulailah memberikan kontribusi warna pelayanan Anda sekarang, agar karya pembangunan Tuhan dapat terlihat utuh dan mulia di mata dunia. Marilah kita saling menguatkan dan saling membangun di dalam Kristus. – PRB

You May Also Like

Memakai Uang Secara Bertanggung Jawab

‘Kita tidak boleh diperbudak oleh uang tetapi uanglah yang harus menjadi budak…

Kegagalan Seorang Pelayan

Kemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada Jakarta merupakan  fenomena menarik. Awalnya orang pesimis mereka…

Buah Pertobatan Sejati

Yesaya 11:1-10, Roma 15:4-13, Matius 3:1-12 “Kapok lombok !” adalah sebuah ungkapan…

Tuhan Selalu Beserta

Di dunia ini banyak orang percaya adanya sosok pribadi yang jauh lebih…