Memberikan Harapan satu-satunya pada Si Lemah

Supaya yang rebut-ributkan Harapan sadar Harapan tidak perlu dirampas dari orang lain Kalau Si Lemah saja dapat Harapan

Maka semua berhak Berpengharapan

Sebuah puisi yang saya beri judul “Piala Harapan” menjadi refleksi buat kita dalam memasuki Minggu Adven 1 ini. Menyadarkan kita bahwa tiap orang dapat senantiasa memiliki harapan, karena Tuhan menganugerahkan harapan itu untuk semua orang. Tapi, kita bisa mulai dari Saudari-Saudara kita yang paling lemah.

Jadilah perpanjangan tangan Tuhan untuk hadir, menopang, dan membawa harapan itu bagi mereka. Maka kita pun dikuatkan untuk melalui setiap masa dan musim: dalam lembah kekelaman sekalipun selalu ada secercah cahaya yang menuntun.

Jangan iri kepada yang lain. Jangan berusaha merenggut pengharapan dari mereka. Tuhan tidak pilih kasih. la punya masa depan yang penuh harapan untuk tiap pribadi. Jangan ragukan Tuhan, teruslah berpengharapan di dalam Dia. Selamat tahun baru gerejawi,

aalamat Maru saka anAn Ahsan Tiban haaarta Lita AAA An

You May Also Like

Menjadi Sahabat Bagi Yang Hina

Kepemimpinan Kristen (4)  Matius 25:31-46 Tiap hari anda bekerja dari pagi sampai…

bettibendeteeabeeteatendetedk dodol eta berada

Dipulihkan untuk Kembali dalam Rencana Allah Menurut para penafsir bahwa pertanyaan Yesus…

Satu Tubuh Banyak Talenta, Satu Hati Banyak Karya

Pernahkah Anda masuk ke sebuah pabrik besar di mana terdapat banyak mesin…