Rasul Paulus menggambarkan kehidupan orang Kristen sebagai tumbuhan di mana tujuan dari kehidupannya adalah menghasilkan buah. Namun persoalannya, pertumbuhan itu sendiri harus berlangsung setelah tahap awal yang justru paling penting yaitu: berakar, dari 3 tahapan yakni berakar (sebagai dasar), bertumbuh dan berbuah.
Apa artinya jika Yesus sebagai akar (dasar) dalam kehidupan? Artinya Dia menjadi yang paling utama, sebagai pusat dari kehidupan ini. Yang kedua, orang yang menjadikan Yesus akar berarti tujuan hidupnya untuk memuliakan Tuhan, yang ketiga Yesus menjadi ukuran dan norma utama dalam kehidupan, dan yang terakhir adalah Tuhan menjadi penguasa kehidupan kita. Ketika kita hidup dalam dasar yang fundamental ini, kita menjadikan Kristus sebagai akar. Fundamen tak perlu harus kelihatan, yang penting: akar menancap kokoh ke dalam. Semakin ke dalam semakin kuat. Dasar semakin kuat di dalam, semakin mantap gedung yang menjulang ke atas.
Seiring dengan mengakar di dalam iman, saat itu juga terjadi proses pertumbuhan dari iman itu, yang mana hidup seseorang selalu berorientasi pada firman Tuhan, mempelajari dan mendalami makna dan kebenaran dari firman itu sendiri (istilah Paulus: tidak hanya susu tetapi makanan keras). Karena pertumbuhan adalah proses, maka kita bisa melihat perubahan-perubahan yang terjadi: entah itu dalam sikap, karakter atau kesetiaan seseorang. Dan pada akhirnya ketika hidup manusia semakin mengakar dan bertumbuh dengan benar, maka kita akan melihat buah-buah yang dihasilkan yang memberi “rasa” bagi kehidupan ini. (JS)