Renungan Minggu

Berdaya Tapi Tidak Memperdayakan

Ketika dunia dilanda wabah virus Corona, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari situasi yang sangat beragam yang terjadi dibelahan bumi ini. Wabah yang mulanya berasal dari China di kota Wuhan, mengakibatkan negara China dengan segala kekuatan dan keberdayaannya pada akhirnya dapat mengatasi wabah tersebut. Dan ketika semua kondisi di China dapat terkendali akhirnya President China, Xi Jinping mengatakan siap bantu negara-negara yang saat ini tengah berperang melawan virus COVID-19. Hal ini dibuktikan dengan tindakan China mengirimkan tim medis ke Italia dan 2000 alat tes diagnosa COVID-19 ke Filipina. Tidak hanya itu, bantuan juga diberikan kepada Jepang, Itali, Irak, Spanyol hingga Peru.
Meskipun sebelumnya sempat terjadi aksi diskriminatif terhadap etnis Asia di negara-negara Eropa, namun pemimpin Serbia, Aleksandar Vučić mengapresiasi tindakan China yang tidak segan membantu negara-negara di Eropa melawan virus tersebut. Bahkan ia mengatakan bahwa ia lebih mempercayai bantuan dari China. Xi Jinping juga mengaku meskipun sebelumnya China sempat kewalahan menangani kasus ini namun China memiliki kepercayaan diri, kapasitas, dan kepastian untuk mencapai kemenangan melawan epidemi COVID-19 hingga virus ini akhirnya berhasil diatasi dan semakin banyak yang berhasil disembuhkan. Dari berita diatas, kita dapat melihat bahwa China memandang virus COVID-19 tidak hanya dapat diselesaikan oleh tiap individu negara tetapi perlu adanya kerjasama yang lebih dari berbagai negara di seluruh dunia. Sehingga, kemampuan yang dimiliki tidak dimanfaatkan untuk memperkaya negaranya sendiri. Sangat kontras di negara kita yang dimana ketika situasi sulit karena penyakit juga melanda Indonesia, masih ada saja orang yang menggunakan kesempatan ini untuk kepentingan diri sendiri, apalagi dengan menyebarkan berita-berita yang menyesatkan, yang membuat orang semakin takut dan paranoid. Perhatikanlah apa yang dikatakan Yesus: “Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.” Mengapa Yesus bisa dengan keras dan tegas mengatakan demikian ? Ya karena hal-hal yang menyesatkan sungguh tidak membawa orang pada keselamatan, namun pada kebinasaan.
Oleh sebab itu marilah kita sebagai orang kristen yang berada dalam kondisi yang memprihatinkan kita bijak meggunakan pikiran kita, akal sehat kita, terlebih berkatifitas dalam bersosial media. Bawalah sesuatu yang membawa damai sejahtera dan sukacita yang menyelamatkan. (JS)