Saat dibaptis dan menjadi Kristen, baptisan yang diterima adalah memakai rumusan: Atas Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan dengan rumusan itu kita masuk dalam relasi kesatuan dengan Allah Trinitas. Kesatuan dengan Allah Trinitas mengartikan bahwa seluruh karya, visi dan misi hidup kekristenan, tidak terlepas dari Allah Trinitas. Dan pada peristiwa Pentakosta saat roh itu digenapi di sanalah karya Allah dimulai lewat para murid.
Semua orang Kristen pada dasarnya mempunyai relasi dengan Sang Allah Bapa, Allah Anak di dalam diri Yesus Kristus, dan juga bersama dengan Allah Roh Kudus. Jadi tidak ada satupun orang Kristen ketika sudah dibaptis tidak memiliki Roh Kudus. Roh Kudus yang ada dalam diri orang Kristen sesungguhnya menjadi pemimpin dalam kehidupan keseharian Dialah yang berbicara lewat suara hati tentang kebenaran, juga tentang karya Allah. Karya dan peran dari Roh Kudus di dalam diri orang percaya ini berkarya lebih luas lagi bukan sekedar hanya karya- karya yang oleh sementara orang dilihat sebatas bahasa roh dan menafsirkan bahasa roh ataupun bernubuat. Jika kita hanya membatasi karya Roh Kudus dalam karunia bernubuat dan berbahasa roh maka sesungguhnya kita sudah membatasi akan karya Allah yang sedemikian luas bagi manusia dan bagi dunia.
Sudah saatnya bagi kita untuk dapat memahami dan mengerti kebenaran yang sesungguhnya di mana Allah hadir dalam roh di dalam kehidupan orang percaya supaya pekerjaan-pekerjaan dari Allah dapat dilakukan bersama- sama dengan orang-orang percaya yang dipakaiNya untuk mewujudkan Kerajaan Allah di dalam dunia ini
at MmambaritaLan Aan Maan akan Oryalama At Sai