Hal apakah yang menarik dari kehidupan jemaat mula-mula di mana mereka memiliki pola kehidupan sosial yang berbeda dari umumnya. Jawabnya adalah kehidupan yang saling berbagi seperti yang dikatakan dalam Kis. 2:44-45, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Lalu apa bedanya komunitas sosial jemaat mula-mula ini dengan pola kehidupan sosial dari masyarakat dengan sistem sosial komunisme? Bahkan dalam komunisme salah satu ciri yang paling dikenal adalah kepemilikan bersama secara komunal atau umum. Komunisme tidak membiarkan seseorang memiliki hak milik secara pribadi atau menguasai barangnya. Dan juga dalam paham komunisme, kepentingan individu tidaklah penting karena mereka lebih mengutamakan kepentingan bersama. Tujuan dari sosial komunisme ini adalah perjuangan keadilan kesama-rataan dalam masyarakat.

Kalau dilihat sesaat masyarakat komunisme sepertinya memang baik dan ideal untuk mencapai sebuah kehidupan masyarakat yang sama rata, sama rasa. Akan tetapi harus diperhatikan dengan seksama, bahwa spirit di balik terbentuknya sebuah masyarakat atau komunitas sosialisme dalam berbagi sangatlah berbeda. Spirit komunitas komunisme dalam berbagi adalah paksaan, sedangkan jemaat mula-mula didasarkan pada kasih dan kerelaan. Komunitas komunisme dalam berbagi bertujuan mencapai keadilan sama rata dan sama rasa, namun jemaat mula-mula karena solidaritas sebuah persekutuan dalam Kristus yang saling menolong dan menopang, dan itulah inti sebuah persekutuan di mana satu dengan yang lainnya saling mengasihi hingga mencerminkan karakter Kristus. Satu hal lagi yang penting dari jemaat mula-mula adalah bahwa keberadaan komunitas tersebut disukai banyak orang dan nama Tuhan dipermuliakan.

JS)

You May Also Like

Melihat Tapi Buta

Kebutaan bagi orang Yahudi dianggap sebagai akibat dari dosa. Binatang- binatang yang…