Hampir setiap kita mengalami pengalaman yang unik bersama binatang satu ini. Ya, cicak! Ada beberapa orang yang merasa jijik dengan cicak, jengkel karena bisa menjatuhkan diri di mana saja, capek membersihkan kotorannya tanpa tahu siapa tersangkanya. Namun ada juga yang senang dengan keberadaan cicak dengan alasan yang sepenuhnya saya tidak mengerti. Apapun pengalaman kita bersama dengan binatang ini, baik yang menyenangkan maupun tidak, tapi hampir semua dari kita memiliki pengalaman bersamanya atau paling tidak ada keberadaannya di rumah kita.

Inilah sesuatu yang menarik yang ingin Pemazmur tunjukkan melalui pengamatannya. Entah masuk dari mana, padahal ruangan itu tertutup tapi toh tetap saja ada keberadaannya. Kehadiran cicak yang tidak terduga-duga mampu masuk ke dalam rumah siapapun, baik seorang penguasa negeri atau rakyat biasa dengan rumah € x 6. Keluwesannya bergaul dengan siapa saja dan di mana saja menjadi sesuatu hal yang perlu kita pelajari. Bayangkan jika ada manusia yang memiliki keluwesan seperti ini, pasti ia memiliki banyak kolega dan teman. Salah satu kunci untuk belajar keluwesan seperti ini adalah dengan menerima sesama meski berbeda dengan kita. Tentu yang saya maksudkan dengan “menerima” bukanlah menolerir pemikiran-pemikiran atau dosa-dosa tertentu. Namun terlepas daripada itu semua, perbedaan adalah sesuatu yang harus kita terima, tetapi pembedaan adalah perilaku yang Allah tolak. Oleh sebab itu, mari kita belajar menerima sesama karena Allah telah menerima kita yang berbeda dengan-Nya. (AK)

You May Also Like

SI Percayalah! Yohanes 20:19-31

Malam itu sunyi. Para murid berkumpul dalam ruang terkunci, jantung mereka berdegup…

Seorang Anak & Murid-Murid Yesus: Pelayanan Intergenerasi

Diantara banyak anak yang pernah bertemu Presiden Jokowi dan ditanyai cita-citanya, ada…

PAK . (49) 0410070 mail : gkipeterongan@gmail.com Vebsite : www.gkipeterongan.org Setia Kepada Tuhan, Adil Terhadap Insan

sial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pernyataan ini ima dari Pancasila yang menunjukkan…