Minggu ini kita memasuki Minggu Adven yang pertama, menantikan kedatangan Tuhan sebagai Tuhan dan Juru selamat kita.
Sementara itu dalam penantian kita diperhadapkan dengan tantangan dan godaan hidup yang luar biasa, yang dapat menghancurkan hidup kita sebagai anak-anak Tuhan. Tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, kita perlu memiliki iman yang teguh, karena dengan iman, kita dimampukan untuk sungguh-sungguh berjuang dengan baik pada jalur yang benar. Melalui iman kita didorong untuk berserah penuh kepada Tuhan.
Rasul Paulus mengajak kita untuk belajar dan meneladani hidup Abraham, “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa” (Roma 4:18). Pada waktu itu Abraham telah berumur 100 tahun, Sara juga sudah tidak mungkin lagi mengandung karena rahimnya telah tertutup. Abraham dan Sara memiliki alasan kuat untuk meragukan janji Tuhan. Tetapi Abraham tidak bimbang, imannya bertambah kuat dan ia memuliakan Allah.
Dalam perjalanan hidup ini, kita tidak tahu bagaimana akhirnya, apa yang kita harapkan dan rindukan masih tersembunyi di ujung penantian hidup kita. Namun marilah kita mempercayakan hidup kita dalam tangan kasih Tuhag.
(WS) 3