Berada dalam keputusasaan bagaikan kondisi terpuruk, tak berdaya untuk bangkit dengan kekuatan sendiri. Orang yang jatuh terpuruk memerlukan orang lain untuk membantu mengangkatnya. Tema hari ini berlatar belakang keadaan murid-murid Yesus yang terpuruk tak berdaya, putus asa karena Yesus tidak lagi ada bersama dengan mereka. Sekalipun kebangkitan-Nya telah terjadi, dan para murid laki-laki – termasuk dua orang yang berjalan ke Emaus itu – sudah mendengar berita kebangkitan Yesus dari murid-murid perempuan (ayat 22-24), mereka belum mengerti tentang kebangkitan Yesus seutuhnya.

Keputusasaan sering muncul dari ekspektasi yang patah, serta keterbatasan untuk memahami peristiwa yang terjadi. Lukas 24:21a mencatat ekspektasi dua orang murid yang berjalan ke Emaus, “Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel”. Mereka mengharapkan Yesus hadir sebagai Mesias yang akan membebaskan mereka secara politis, namun yang mereka jumpai adalah kematian Yesus dengan cara yang memalukan: disalibkan. Ekspektasi yang patah ini membuat mereka hilang harapan. Demikian pula keterbatasan mereka dalam memahami berita kebangkitan Yesus, menjadikan berita istimewa itu tidak berdampak apa-apa terhadap hidup mereka. Namun, perasaan yang mereka alami itu ternyata dikenali oleh Yesus. Tiba-tiba saja Yesus ada bersama dengan mereka dalam perjalanan itu dan berbincang dengan mereka. Yesus hadir bukan sebagai pribadi yang menunjukkan bahwa Ia sudah tahu segalanya, melainkan Ia mengawali dengan bertanya kepada mereka tentang apa yang mereka percakapkan (ayat 17, dan bertanya kembali di ayat 19). Ia menerima dan mendengarkan cerita mereka. Setelah itu, barulah Yesus mengajarkan apa yang dikatakan kitab Musa dan kitab nabi-nabi mengenai Mesias. Pengajaran ini membuat hati mereka terasa berkobar-kobar (ayat 32).

Apakah hari-hari ini Saudara sedang menjumpai ekspektasi yang patah karena kenyataan yang tidak seperti harapan kita? Teruslah berjalan bersama Tuhan dan miliki kesungguhan untuk mendengarkan perkataan-Nya yang mengobarkan hati kita, mengangkat kita dari keputusasaan, dan mempercayakan kepada kita sebuah berita sukacita, berita kebangkitan-Nya. (HAS)

You May Also Like

Menyuarakan Kebenaran

Budaya risih atau perasaan “sungkan” seringkali membuat kita enggan untuk menegur seseorang…

Pertobatan Sebagai Titik Balik Kehidupan

Beberapa tokoh politik di negara kita Indonesia, telah beberapa kali menyerukan “tobat…