Tanggal 9 September 2001 sebuah komplek bangunan dengan luas tanah 1.24 juta m2 hancur yaitu WTC. WTC (World Trade Centre) pusat perdagangan dunia di New York terdiri 7 bangunan megah telah musnah. WTC dibangun dengan beratus lantai melambangkan kebanggaan, kesuksesan dan kebahagiaan dalam dunia bisnis tapi hancur dalam sekejab. Dunia bisnis berduka. Apa yang ada di dunia tidak ada yang dapat memberi bahagia selamanya, seringkali akan berujung duka.
Hidup yang tidak berbahagia menjadikan semua hal dijalani dengan berat. Dunia tidak dapat memberi bahagia sejati. “Berbahagialah” demikian undangan Tuhan Yesus dalam Matius 5:1-12 di tengah dunia ini. Bahkan ayat 12 berbunyi “Bersukacita dan bergembiralah”. Undangan Tuhan dari Sorga ini kepada umat di dunia memiliki nilai dan makna religius yaitu “terberkatilah”. Bila seseorang merasakan terberkati, hidupnya akan bahagia dalam segala keadaan. Kebahagiaan orang yang terbukti bukan hanya pada saat mendapat sesuatu yang diinginkan. Hal ini tampak dari perkataan Yesus “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, berbahagialah yang berdukacita, berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran…” Di depan Yesus, semua orang layak untuk berbahagia. la mengundang kita untuk merasakan dan merayakannya. Kebahagiaan Yesus mengandalkan tiga hal yaitu: masa kini, masa yang akan datang dan bertumpu pada-Nya. Kebahagiaan di masa kini terjadi ketika kita mampu menerima kenyataan hidup. Kebahagiaan di masa yang akan datang terjadi karena ada harapan. Semua itu terjadi saat kita bertumpu pada Yesus.
Melalui pemberitaan firman pada hari ini, umat diharap memahami makna undangan berbahagia yang disampaikan Tuhan Yesus melalui khotbah di atas bukit. Selanjutnya umat mewujudkan undangan untuk bahagia dalam hidup sehari-hari. Selamat berbahagia! -EBWR-
YA MAA 1 AAA AA Aram Lam Aa TANI DA aka AAA DAN