Sesudah Natal, ketika euforia perayaan mulai mereda, kita kembali berhadapan dengan realitas hidup sehari-hari. Di sinilah keinginan sering berbicara paling keras. Yakobus mengingatkan bahwa pencobaan tidak datang dari Allah, melainkan lahir dari keinginan kita sendiri yang dibiarkan tumbuh tanpa kendali. Keinginan yang tidak dijaga dapat menyeret manusia pada dosa dan kehancuran.

Hari-hari ini kita melihat betapa banyak orang terjerat pinjaman online dan judi online. Awalnya terlihat sebagai jalan keluar cepat: kebutuhan mendesak, harapan memperoleh uang instan, atau keinginan menyelamatkan keadaan. Namun ketika keinginan mengalahkan pertimbangan iman dan akal sehat, logika pun lumpuh. Keinginan yang tampak “baik” dapat berubah menjadi jerat yang memperdalam masalah dan melukai kehidupan.

Yakobus menegaskan bahwa setiap pemberian yang baik dan sempurna datang dari Allah. Artinya, hidup kita tidak ditopang oleh jalan pintas, melainkan oleh kesetiaan Tuhan. Mengendalikan keinginan bukan berarti mematikan harapan, tetapi menata hidup dengan rasa syukur, mencukupkan diri, dan mencari jalan yang benar serta bertanggung jawab.

Keinginan yang dikendalikan oleh iman menuntun pada kehidupan, tetapi keinginan yang dibiarkan liar akan menjauhkan kita dari berkat Tuhan.

(EBWR)

You May Also Like

1 Batu Itu Sudah Terguling

(Lukas 24:1-12) Dalam dunia yang serba cepat ini, karya dan pencapaian jadi…

bootbewetiehadodetenkeka.. seenak setia adanetalad Dikuatkan untuk Membangun Reruntuhan

Reruntuhan – kata ini tidak banyak digemari, apalagi untuk dijadikan gambaran kehidupan.…

Yesus Kristus, Raja Surgawi Sejati

Pada zaman ini, jika kita ditanya: “Bagaimana sikap Anda jika berjumpa dengan…