Apakah Anda pernah merasa bingung atau kecewa dengan rencana Allah dalam hidup Anda? Apakah Anda pernah berpikir bahwa rencana Anda lebih baik daripada rencana Allah? Jika ya, maka Anda tidak sendirian. Bahkan salah satu murid Yesus yang paling dekat dengan-Nya, Petrus, juga pernah mengalami hal yang sama. “Tuhan, jauhkanlah hal itu dari pada-Mu! Hal itu sekali-kali tidak akan menimpa Engkau!” Bagaimana reaksi Yesus terhadap perkataan Petrus? Yesus menoleh dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia!” (ayat 23). Yesus menyebut Petrus sebagai Iblis dan batu sandungan karena ia berpikir secara manusiawi, bukan ilahi. (ayat 22).

Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini? Pertama, kita harus belajar untuk hidup dalam pola pikir Allah, bukan pola pikir manusia. Pola pikir Allah adalah pola pikir yang tunduk kepada kehendak Allah, percaya kepada janji-janji Allah, dan mengasihi apa yang dikasihi Allah. Pola pikir manusia adalah pola pikir yang mengutamakan kepentingan diri sendiri, meragukan firman Allah, dan mencintai apa yang dicintai dunia.

Kedua, kita harus belajar untuk menyangkal diri sendiri, memikul salib kita, dan mengikut Yesus. Menyangkal diri sendiri berarti melepaskan hak-hak kita, keinginan-keinginan kita, dan rencana-rencana kita demi mengabdi kepada Allah. Memikul salib kita berarti bersedia menderita dan berkorban untuk nama Allah.

Ketiga, kita harus belajar untuk mempertimbangkan nilai hidup kita di hadapan Allah, bukan di hadapan manusia. Yesus berkata: “Sebab apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi ia kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikan seorang sebagai ganti nyawanya?” (ayat 26). Hidup kita tidak ditentukan oleh harta benda, pangkat jabatan, atau popularitas yang kita miliki di dunia ini. Hidup kita ditentukan oleh hubungan kita dengan Allah. Apakah kita sudah menerima keselamatan yang diberikan oleh Yesus? Apakah kita. sudah hidup sesuai

You May Also Like

Mengapakah Kamu Mencobai Tuhan ?

Bagi orang yang telah memberi diri dibaptis dan mengaku percaya pada Tuhan…

Berani Menanggung Resiko

Kel. 3:1-15; Mzm. 105:1-6,23-26,45; Rom. 12:9-21; Mat. 16:21-28 John Lambert Si ’Penjahat’…

Mempersembahkan Diri – ( sebagai Batu yang Hidup

| Batu bagi kebanyakan orang adalah salah satu benda yang:tidak berguna dan…

Berkat Bagi Bangsaku

Salah satu lirik lagu Koes Plus yang berjudul ‘Kolam Susu’ mengatakan demikian:…