Seandainya kita berkendara bersama Tuhan Yesus dan Dia yang mengendarai mobil tersebut, kira-kira kita akan menganggap Tuhan sebagai apa: Sebagai pemilik mobil sehingga Dia yang berhak menentukan tujuan dan kita mengikut-Nya, atau sebagai driver yang tugasnya mengantarkan tujuan yang kita kehendaki?

Mungkin kita sepakat jawaban yang pertama. Namun tanpa disadari, kadang kala kita justru melakukan yang kedua. Kita berharap Tuhan mengikuti kita, mengikuti tujuan yang kita mau dan menolong kita menyingkirkan segala halangan terhadap tujuan tersebut. Kita senang dan memuji-muji Tuhan jika Dia melakukan apa yang kita mau. Tapi pujian itu dengan segera berubah menjadi erangan jika Dia tidak mengabulkan permintaan kita. So, who’s the boss?

Petrus menjadi pengikut Yesus selama tiga tahun. Tapi sesungguhnya Petrus sedang berusaha menggunakan Yesus yang hebat itu untuk melancarkan jalannya. Kita ingat bagaimana Petrus menegur Yesus saat Yesus memberitahukan penderitaan dan kematian-Nya. Seperti halnya orang-orang Yahudi lainnya, Petrus pun berharap kalau Yesus dapat membebaskan Israel dari tangan Romawi. Petrus juga tidak pernah benar-benar memperhatikan perkataan Yesus. Ia lupa kalau Yesus sudah tiga kali mengatakan bahwa diri-Nya akan bangkit pada hari ketiga. Maka ketika para perempuan bersaksi bahwa Yesus sudah bangkit, Petrus hanya berlari ke kubur untuk membuktikan perkataan tersebut, namun ia tidak pemah mempercayainya meskipun sudah melihat kubur yang kosong. Bahkan kemudian ia memutuskan untuk kembali menjadi penjala ikan, padahal dari awal Yesus sudah menentukan supaya Petrus menjadi penjala manusia.

Oleh karena itulah setelah kebangkitan-Nya, Yesus menjumpai Petrus untuk memulihkannya dari segala kesalahannya. Kalau Petrus memang mengasihi Yesus, kalau Petrus memang menganggap-Nya sebagai Mesias, maka “Ikutlah Aku!” Bukan Yesus yang mengikuti kemauan Petrus, tapi Petrus yang mesti mengikuti kehendak Tuhan Yesus, yakni menggembalakan domba-domba-Nya. Sebagaimana Tuhan telah memulihkan Petrus, maka Ia pun berkenan memulihkan

You May Also Like

MENANTI DALAM PERTOBATAN

Di suatu hari, seorang kepala sekolah kebetulan tidak langsung pulang karena ada…

S1 Percayalah! Yohanes 20:19-31

Malam itu sunyi. Para murid berkumpul dalam ruang terkunci, jantung mereka berdegup…

N Terimalah dan Kasihilah Mereka Kasih sejati tak bersyarat A cuhkan tanpa diskriminasi S ingkirkan prasangka dan dengki 00 Imani keselamatan bagi semua H idupkan harmoni dalam keluarga Tuhan

Bayangkan, seberapa besar sukacita yang dialami Kornelius dan seluruh sanak keluarganya! Mereka…

16 NA arar af 4 Kepemimpinan Kristen (3) Hakim-Hakim 4:1-7 Perempuan Sebagai Pemimpin

Saat Fariana Dewi menyatakan minatnya bekerja di Angkatan Udara, orang “mencibir: “Mana…