Pernah dengar istilah XXX? Ya, ini simbol yang digunakan untuk merujuk pada konten dewasa yang mengandung unsur erotis atau pornografi . Bagaimana jika simbol ini digunakan pada sebuah gereja? Mungkin terdengar aneh dan risih. Tetapi itulah yang dilakukan oleh dua orang pendeta di Amerika Serikat, Craig Gross dan Mike Foster. Mereka memulai pelayanan XXX Church pada tahun 2002 dengan tujuan untuk menjangkau para pekerja di industri seks dan orang-orang yang kecanduan pornografi . Mereka membuat gebrakan dengan mendirikan stan di dalam AVN Adult Entertainment Expo, konvensi industri porno terbesar di Las Vegas. Melalui stan tersebut, mereka membagi-bagikan Alkitab dengan sampul bertuliskan “Jesus Loves Porn Stars”. Sebuah tulisan yang langsung memantik perhatian. Ada yang menertawakan dan mencibir, tapi tak sedikit yang memberanikan diri untuk datang dan berkonsultasi. Melalui pelayanan XXX Church, beberapa bintang film porno akhirnya mengalami pertobatan dan meninggalkan karir di dunia kelam tersebut. Tentu bukan perjalanan mudah. Banyak yang jatuh bangun, karena bagaimanapun bisnis itu mendatangkan keuntungan fantastis dalam tempo pesat. Namun dengan kasih yang tulus, mereka membimbing orang-orang tersebut hingga berani mengambil keputusan untuk meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru.
Sebuah pelayanan yang sungguh-sungguh meneladan pada tindakan Yesus. Di sebuah siang yang terik, Yesus membuka percakapan dengan seorang perempuan yang mengalami problem dengan kehidupan seksualnya (Yohanes 4:5-42). Jiwanya haus dan kering. Ia mencoba mengatasi dahaganya melalui para pria yang dianggap bisa memuaskan jiwanya. Namun semuanya nihil. Bahkan membuat hidupnya makin terpuruk dengan stigma negatif yang diberikan oleh masyarakat. Ia makin kosong dan kesepian. Pada saat itulah Yesus menawarkan Air Hidup yang akan memulihkan dahaga jiwanya. Meski pada awalnya perempuan itu bingung dengan tawaran Yesus, namun akhirnya ia paham dan mempercayai Yesus sebagai Mesias. Kasih Yesus bukan hanya memulihkannya, tapi juga memberinya identitas baru sebagai saksi Kristus. Sudahkah kita juga menerima kasih-Nya? (RKG)