Pernahkah Saudara merindu? Rindu merupakan keinginan yang sangat kuat terhadap sesuatu atau untuk berjumpa dengan seseorang. Tentu saja hal atau orang yang dirindukan tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga atau sangat dicintai, dan dalam kurun waktu yang lama tidak kunjung tercapai atau berjumpa. Maka tepatlah salah satu dialog dalam film Dilan 1990 yang mengatakan, “Rindu itu berat. Kamu gak akan sanggup, biar aku aja.”
Orang-orang Israel yang baru saja pulang dari pembuangan di Babel, sangat merindukan firman Tuhan (dalam hal ini kitab Taurat Musa). Hal ini bisa dimengerti karena selama berada dalam pembuangan, mereka tidak dapat melakukan ibadah seperti di Bait Allah. Tidak ada puji-pujian, dan tidak ada pembacaan firman sebagaimana dulu yang sering mereka lakukan ketika menjadi bangsa yang merdeka. Hanya doa-doa pribadi yang dapat dinaikkan dari tempat masing-masing, itupun dengan berbagai macam pembatasan yang diberlakukan (ingat kisah Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego yang mendapatkan hukuman karena taat beribadah kepada Tuhan Allah). Oleh karena itulah saat mereka sudah dapat kembali ke tanahnya sendiri, mereka berkumpul dan memohon kepada Ezra, yang disebut sebagai ahli kitab, untuk membacakan firman Tuhan. Ezra pun membacakannya dari pagi hingga siang hari (Nehemia 8:1-4). Meskipun dibacakan dalam waktu sedemikian panjang, tapi orang-orang Israel tidak lelah, malah antusias untuk mendengarkannya.
Saat ini kita tidak mendapatkan pembatasan apapun dalam membaca firman Tuhan (kecuali mungkin jika Kita tinggal bersama anggota-anggota keluarga yang belum percaya Kristus). Ironisnya, malah banyak diantara orang Kristen yang enggan membaca Alkitab. Mengapa? Barangkali karena rasa cintanya sudah luntur, tergantikan dengan cinta akan dunia ini, sehingga kerinduan akan firman-Nya pun sirna. Jangan sampai Tuhan harus membuang kita dulu baru nantinya kita kangen untuk baca Alkitab. Cintailah