Kehadiran yang mengubahkan merupakan hal yang menyejukkan dan menyenangkan. Namun menjadi pelaku perubahan belum tentu menyenangkan bahkan dapat membawa kita dalam situasi yang mengenaskan. Karena tidak semua hal yang baik dan benar dapat diterima dengan hati yang tulus dan terbuka oleh setiap orang. Tidak semua berita baik diterima dengan sukacita oleh setiap orang.Tidak semua orang dapat melihat secara positif hal/ peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Fenomena seperti ini juga terjadi kepada Rasul Paulus, ketika dia memberitakan berita Injil kepada orang-orang Korintus. Ada sejumlah pihak di Korintus yang tidak menerima dengan baik pengajaran Paulus, bahkan sejumlah pengacau Yahudi yang justru memprovokasi jemaat untuk melawan Paulus (2 Kor. 11:22-23). Ketika Paulus mendatangi kembali Korintus (2 Kor. 2:15 12:14, 13:1), dia tidak diterima dengan baik oleh jemaat, malah ada di antara mereka yang menghina dia (2 Kor. 2:5, 7:12). Namun demikian Paulus tetap setia dalam pelayanan Tuhan. Tantangan dan hinaan yang dia terima tidak melemahkan semangatnya dalam pelayanan Tuhan. Dia tetap setia apa pun yang terjadi.

Marilah kita mengikuti teladan Paulus sebagai murid Kristus untuk tetap menghadirkan perubahan yang tentunya sesuai dengan Injil Kristus.

(WS)

You May Also Like

Dia yang Bangkit Hadir di Sini

Kis. 10: 34-43, Mazmur 118, 1 Kor 15:1-11, Yoh 20:1-18 Dalam Peristiwa…

PAK . (49) 0410070 mail : gkipeterongan@gmail.com Vebsite : www.gkipeterongan.org Bersungut-sungut Menghalangi Berkat

ira banyak yang sudah mengenal lagunya D’Masiv yang berjudul alam lagu itu…

Perkenanan Allah bagi yang Setia

Matius 17:1–13 Dalam peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung, Allah menyatakan perkenanan-Nya:…

Pernikahan: Antara Idealisme. Dan Realitas

Sebuah pepatah kuno mengatakan kalau mencari jodoh harus dilihat dulu bibit, |…