srcaya pasti pernah memiliki pengalaman menerima kebaikan Tuhan. nyakit, terhindar dari kecelakaan maut, atau kebutuhan yang dicukupi. erkagum-kagum: mata berbinar, hati meluap dengan kegembiraan, dan

tidak sedikit tokoh yang mengalami dan mempersaksikan karya-karya . Salah satunya adalah seorang pemuda yang buta sejak lahir (Yoh. can pemandangan yang sangat akrab baginya. Dia tidak berani untuk. erianya warna-warni dunia, karena bisa berujung pada keputusasaan an. Apakah hal ini terus berlangsung seumur hidupnya? Tidak. Yesus lia hingga bisa melihat. Gambaran hitam dunia berubah menjadi arsiran 1 berkembang menjadi bentuk-bentuk bergerak. Dalam waktu tak terlalu nasuk ke dalam dunia yang belum pernah dia masuki. Dunia penuh ileluya! Betapa senangnya pemuda ini ketika bisa melihat.

a berhenti sampai di sini? Tidak. Inilah yang perlu kita cermati bersama. . hanya mengalami sebuah mukjizat, namun dengan berani bersaksi kitarnya, walau dia mendapat tekanan. Ia menjadi perpanjangan tangan 1siapa Yesus. Kisah ini berlanjut dengan perjumpaannya dengan Yesus. untuk percaya kepada-Nya.

at apakah yang sudah Tuhan kerjakan di dalam hidup kita? Apakah mati sendiri: berhenti pada kepuasan pribadi? Atau bersediakah kita 1 karya dan berkat yang sudah Tuhan nyatakan, sehingga karya dan ida mereka yang membutuhkan?

You May Also Like

Komunitas Yang Mengalahkan Dunia

Berbicara tentang komunitas yang mengalahkan dunia, dalam pemikiran kita sebagai manusia awam…

Berani Berkata Tidak

Di tahun 2014 ini ada beberapa ajang pencarian bakat  yang diselenggarakan beberapa…

Kepemimpinan Kristen (1) Yosua 3:7-17 Pergantian Kepemimpinan

“Susi Pudjiastuti cuma lulusan SMP. Mana mampu jadi Menteri Kelautan dan Perikanan?”…

Menatap Masa Depan Senja kemarin, Dua orang asing datang singgah Atas undangan suamiku yang ramah Masuk, makan dan minum melepas lelah Malam tadi, Penduduk kota yang arogan Senang melecehkan dan bersikap jagoan Datang ke rumah membuat kekacauan Setelah itu, Dua orang asing menyuruh pergi “Keluar dari sini dan teruslah berlari”

Karena kota yang indah ini tidak akan ada lagi Saat itu, Kakiku…