Apa yang terlintas dalam benak kita setiap mendengar kata “Natal”? Hadiah yang beraneka ragam? Dekorasi wama wami? Nyanyian sukacita yang gegap gempita? Sebuah hari yang kita nanti-nantikan tentunya, yakni untuk menyambut kedatangan tamu terhormat dalam kehidupan, Tuhan kita.

Masalahnya, masihkah kita mengingat mengapa Ia rela meninggalkan takhta-Nya dan terlahir ke dunia? Tidak lain tidak bukan, Ia datang untuk menderita dan mengorbankan nyawa-Nya bagi kita. Oleh karena itu, janganlah terbuai pada keindahan dan kemegahan semata, sebab semuanya hanyalah semarak fana yang sementara. Pada hari ini, kita diingatkan untuk senantiasa berjaga-jaga dan berdoa. Jangan sampai kita hanyut dengan pesta pora dan menggeser esensi kedatangan- Nya.

Marilah kita persiapkan hati kita terlebih dahulu untuk menyambut kedatangan Tuhan. Alih-alih mempersiapkan perayaan yang begitu megah hanya sekadar untuk menuai decak kagum dan memanjakan mata, sudahkah hati kita terarah kepada kedatangan- Nya? Maka sebelum kita merayakan kedatangan Tuhan dengan berbagai perayaan, marilah kita mempersiapkan dan mengarahkan hati kita dahulu dalam memaknai kedatangan-Nya. (FKD)

You May Also Like

3 eh SEREJAYANG MENGHADIRKAN

di tengah perubahan zaman NILAI KERAJAAN ALLAH Mengasihi Meski Tersakiti Tuhan menghendaki…

Lebih Dari yang Kita Harapkan

Kita sebagai manusia adalah makhluk unik dengan sejuta keinginan dan harapan. Biasanya…

Tuhan Melepaskan Ikatan Penghambat Hidup

Menarik untuk di simak, kisah Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit…

Allah Menuntun dan Menolong

“Aku mencintai pekerjaanku,” kata Mega, seorang perawat yang masih muda, “namun ketika…