Renungan Minggu

Mempersembahkan Hidup Untuk Menjadi Saksi

Setelah Tuhan Yesus terangkat naik ke sorga, murid-murid-Nya tinggal bersama menanti Roh Penghibur yang dijanjikan Tuhan. Jumlah mereka kini hanyalah sebelas orang, tanpa Yudas Iskariot. Saat itu mereka bersepakat untuk menunjuk seseorang untuk menggantikan Yudas, agar jumlah mereka tetap duabelas orang. Ada yang menarik dalam proses pemilihan pengganti Yudas ini. Di antara murid-murid lain yang juga bersama-sama dengan kesebelas murid itu, kriteria yang ditetapkan adalah dia yang ada, hadir dan mengikuti perjalanan Yesus sejak baptisan hingga kenaikan-Nya ke sorga.

                Penetapan kriteria ini menjadi penting bukan hanya sebagai penguji tentang seberapa dalam mereka mengetahui segala sesuatu tentang Yesus, melainkan juga sebagai salah satu penguji kesetiaan. Mereka yang tidak hanya mengikuti Yesus untuk melihat dan mendapat mujizat dari-Nya, mereka yang tidak meninggalkan Yesus setelah kematian-Nya, mereka inilah yang akan dipilih untuk menggantikan Yudas. Dengan kriteria ini, hanya ada dua orang yang dapat dipilih, yaitu Barsabas dan Matias. Mereka mengundi nama kedua orang ini dan Matias terpilih untuk masuk dalam kelompok duabelas murid itu.

                Matias dan Barsabas mengingatkan kita tentang hidup yang dipersembahkan untuk mengikut Tuhan dan menjadi saksi-Nya. Dalam mengikut Tuhan, tentu ada suka dan duka. Tetapi mereka tetap berada di sana, di mana Tuhan berkarya. Bahkan setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, mereka masih setia berada di tengah persekutuan para murid Yesus itu. Adakah kesetiaan yang seperti ini pada diri kita? Ikutlah Tuhan karena kita benar-benar percaya dan mengasihi-Nya, bukan hanya karena ingin mendapat mujizat-Nya, juga bukan hanya di saat-saat yang mudah. Dalam kesetiaan kita mengikut Tuhan itu sesungguhnya kita sedang mempersaksikan kesetiaan, kuasa dan kasih Tuhan. Kiranya Tuhan menguatkan kita untuk senantiasa menjadi saksi-Nya! [HAS]