Martin Luther, reformator gereja abad ke 16 pernah berkata bahwa orang-orang Kristen adalah “Kristus kecil” bagi sesama (we are just little Christs to each other). Bagaimana dengan “imam-imam keci? Imam adalah pemimpin umat yang membawa kurban persembahan untuk Tuhan. Imam-imam kecil bukan “bocil-boci’ yang menjadi imam. Tetapi setiap orang Kristen yang dipakai Allah menjadi orang-orang yang rela berkurban bagi sesama seperti yang dilakukan Tuhan Yesus yang adalah Imam Besar Sejati. Dia tidak membawa kurban binatang tetapi mempersembahkan Diri-Nya sendiri berkurban di kayu salib untuk keselamatan manusia. Kerelaan berkurban adalah prinsip hidup yang harus ada dalam diri murid-murid Tuhan Yesus (Yoh 12:26).
Bill Dudley, karyawan tertua, umur 87 tahun di restoran McDonald’s tiap hari bertugas membersihkan meja dan menyapa pelanggan. Ditubuhnya terpasang alat pacu jantung dan pencegah kram jantung. Bill dikenal banyak orang dan menarik perhatian pelanggan. Dia hadir sebagai “McDonald’s” di garis depan restoran itu walaupun hanya sebagai pelayan tua. Bagi Bill, McDonald’s adalah dirinya yang sudah menyatu dengan hidupnya sebagai pelayan.
Menjadi “imam-imam kecil” adalah menjadi orang-orang di garis depan Kristus yang rela memberi hidupnya berkurban bagi sesama dan membawa nama Kristus yang mulia dimanapun kita berada. Menjadi pelayan Kristus dijanjikan: ”Sjapa yang melayani Aku, ia akan dihormati Bapa” (Yoh 12:26). Sudahkah kita menjadi pelayan-pelayan Kristus dan ”iImam-imam kecil” yang rela berkurban bagi sesama?
IAGPJ
Jangan Merasa Rendah Menjadi “Imam-lmam Kecil” Pelayan Kadang Direndahkan Manusia Tetapi Dimuliakan Allah