Setiap orang punya cara masing-masing dalam menghidupi karya Allah atau dalam menjalankan misi Allah dalam hidupnya. Kita memperhatikan Yohanes Pembaptis dalam menghidupi karya Allah melalui kehadirannya. Dalam menjalankan misi Allah, dalam kehidupan sehari-hari Yohanes tidak makan dan tidak minum, tidak bergaul akrab dengan orang-orang, dan juga tidak biasa makan bersama orang lain. Yohanes adalah seorang pertapa, yang kerap menyendiri di padang gurun. Kita tahu bahwa makanannya hanyalah belalang dan madu hutan. Yohanes tetap menjalankan peran, sebagai pribadi yang mempersiapkan kehadiran dan pelayanan Tuhan Yesus. Sebagai utusan Tuhan untuk angkatan yang luar biasa bebalnya. Yang digambarkan dalam Injil Matius 11:17 “Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.” Yohanes berhasil mengemban tugas dengan baik, sebagai suara yang berseru-seru di Padang Gurun mempersiapkan kedatangan Tuhan. Banyak orang bertobat dan menyerah- kan dirinya untuk dibaptis. Bagaimana dengan kita sebagai anak-anak Tuhan, sudahkah kita menghidupkan karya Allah melalui tugas yang diamanatkan secara pribadi kepada kita? Selamat merenungkan karya Allah yang dititipkan pada saudara dan selamat untuk menghidupi, Tuhan memberkati.

(WS)

You May Also Like

Pra Paska V

6 April 2014 Akulah Kebangkitan dan Hidup Ketika seseorang menyebut dirinya sebagai…

Yang Terbesar, Yang Melayani

Seandainya tinggi badan Anda 180 cm dan tinggi badan temanmu 150 cm,…

PAK . (49) 0410070 mail : gkipeterongan@gmail.com Vebsite : www.gkipeterongan.org Kepemimpinan Kristen (2) Yosua 24:1-3: 14-25 Loyal Kepada Siapa?

. Rick Warren berkotbah di 8 kota di Amerika, juga di long…

Dimerdekakan untuk Memerdekakan

Merdeka! Kata ini sering kita dengar sebagai sebuah ekspresi kebebasan. Sayangnya, banyak…