00 Manusia begitu mudah mengabaikan sesuatu. Dalam hal membaca Kitab Suci, hal ini pun terjadi. Bagian teks suci yang menyangkut kepentingan diri sendiri, yang menonjolkan “umat pilihan”, itu saja yang teringat dan menjadi pegangan selama hidup. Bagian lainnya mudah sekali untuk diabaikan dan 00 Silupakan.
Contohnya, tentang Israel yang diibaratkan sebagai domba- domba dan Allah sendiri sebagai Sang Gembala yang 00 memelihara mereka. Bagian teks suci ini seringkali ditonjolkan pada masa itu. Sehingga ketika Yesus mengangkat bagian teks ini, sang perempuan Kanaan juga menyadarinya. Tetapi yang 00 banyak orang lupakan adalah bagian teks lain tentang Allah yang 30 membuka tangan-Nya dan merangkul bangsa-bangsa lain juga 39 (lih. Yesaya 56:1, 6-8). Sehingga, Yesus perlu menegaskan lagi sikap Allah ini melalui sebuah kalimat sederhana, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki” (Mat. 15:28). Mau mengatakan bahwa iman seorang asing ini pun diperhitungkan oleh Allah.
Yesus tidak hanya membangun jembatan relasi, tetapi Yesus juga membangun jembatan pemikiran. Mengajak mereka yang terus menerus bersemayam di teks-teks kitab suci yang berulang didengarkan, karena bicara soal diri dan komunitasnya sendiri ma Menuju ke teks-teks lain — yang jarang didengarkan, karena / 3g icara untuk kepentingan orang lain, orang asing, kelompok r dalam komunitas. Menyadarkan satu hal: Allah menjadikan, nempatkan, memelihara, mengasihi, memberkati, dan “€nyelamatkan semua orang, di dalam dan melalui-Nya. A89 Jembatan pemikiran ini membuat satu sama lain dapat saling $8| bertemu dan berangkulan.
Selamat memperingati HUT Republik Indonesia ke 78, marilah bergotong royong membangun jembatan di tengah bangsa ini.
si # Merdeka! (XND) –