Frederick Douglass, penentang perbudakan di AS, menulis 00 riwayat hidupnya sebagai anak yang dipisahkan sejak bayi dari ibunya sebagai budak kulit hitam di keluarga Mr Stewart. Jarak 00 | rumah dan tempat kerja ibunya 18 km. Siang hari ibu itu bekerja, tetapi malam hari ia sembunyi-sembunyi pergi menemui anaknya 30 untuk menemani berbaring dan menidurkannya, lalu pulang dan kembali lagi berjalan lewat tengah hutan. Ibu melakukan itu agar 00 tidak terkena hukuman cambuk dari majikannya. Inilah Ibu yang : dibanggakan. Menjadi orang percaya seharusnya juga menjadi pribadi yang dibanggakan. Yakobus menulis (Yakobus 1:9-18), agar orang- orang percaya kuat dalam iman dan mentalnya menghadapi pergumulan hidupnya. “ Tidak merasa kecil dan rendah. Tetap bermegah karena kita 00 adalah anak-anak Tuhan. Kemegahan dunia ini pada akhirnya 00 akan lenyap. Bunga-bunga akan hilang semaraknya dan 30 rumput-rumput akan layu dikalahkan oleh teriknya matahari. 30 Jangan silau dan iri melihat kesuksesan kemegahan orang lain. “ Tetap kuat dan jangan menyerah. Bila menghadapi pencobaan, hadapi dengan iman kepada Tuhan bukan merasa diri tidak berdaya. Ada berkat yang disediakan Tuhan apabila kita tahan uji. Syaratnya adalah kuat iman dan kuat mental. Tetaplah mengasihi Tuhan dan jangan berpaling dari Tuhan karena merasa tidak mampu bertahan. Tuhan tidak pernah mencobai. Pencobaan tujuannya agar kita jatuh, tetapi ujian bertujuan untuk menaikkan tingkat kehidupan. Tuhan tidak pernah mencobai. Jangan menyalahkan Tuhan bila sedang mengalami penderitaan. Ibu dari Douglass menderita sebagai budak kulit hitam, tetapi ia menerimanya sebagai anugerah dan pemberian yang baik dari Tuhan. Hasilnya ia dikenang dan ditulis riwayat hidupnya untuk menjadi berkat
bagi banyak orang sebagai PRIBADI YANG DIBANGGAKANg Hen Ma “LP
x