Bayangkan, seberapa besar sukacita yang dialami Kornelius dan seluruh sanak keluarganya! Mereka yang selama ini dianggap najis dan kafir, yang dijauhkan dari berita keselamatan karena dianggap tidak layak menerimanya, tapi 00 Pada hari tersebut kepada mereka diperdengarkan berita 30 terbaik di seluruh dunia dan mereka dibaptis.
30 Bukankah inilah amanat yang dipesankan Tuhan Yesus menjelang kenaikan-Nya ke Surga: “… kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8b). Berdasarkan pernyataan tersebut, seharusnya sudah jelas bahwa keselamatan terbuka untuk semua bangsa di seluruh bumi. Namun agaknya para murid belum juga mengerti. Mereka masih berpikir tentang satu bangsa, yaitu Yahudi. Oleh karena itulah Tuhan memberikan penglihatan kepada Petrus dan memperjumpakannya dengan Kornelius untuk membuka pikiran Petrus. Puji Tuhan bahwa akhirnya Petrus memahami bahwa Allah tidak membedakan orang dan Yesus Kristus adalah Tuhan dari semua orang
5 (Kis 10:34-36). Pemahaman itupun kemudian ia bagikan kepada para rasul lainnya dan saudara-saudara dari golongan bersunat yang masih keberatan kalau Petrus makan bersama dengan bangsa asing (Kis 11:1-4). Hingga akhirnya mereka pun mengerti “Jadi, kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup” (Kis 11:18).
Kiranya hidup kita pun menjadi kitab yang terbuka bagi semua orang untuk membagikan kabar keselamatan dan kasih