“Aku harus ke mana? Apa yang harus kulakukan?”
Mungkin kita pernah atau tengah mengalami pergumulan semacam itu. Bingung di antara banyaknya pilihan, atau mungkin malah tak ada pilihan sama sekali. Dalam situasi semacam itu, kita mesti menenangkan diri dan mencoba mencari petunjuk dari Tuhan dalam keheningan. Semakin kita panik, semakin memaksa otak untuk berputar, maka kita akan semakin tenggelam dalam kebingungan yang akan segera bertransformasi menjadi depresi.
Ada beberapa hal yang bisa Tuhan sampaikan kepada kita:
1. Ada kalanya Tuhan menuntun kita untuk mengerjakan sebuah tugas. Mungkin ada kerinduan dalam diri kita untuk berkarya, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Teruslah bergumul di dalam doa, sampai Tuhan perjumpakan kita dengan orang yang tepat dan situasi yang tepat. Seperti halnya Petrus yang diperjumpakan dengan orang-orang Yope yang minta tolong terkait kematian Tabita (Kis 9:36-41).
2. Ada kalanya Tuhan menuntun kita untuk berbaring dan menerima pelayanan dari-Nya. Seperti halnya seekor domba yang dibimbing sang gembala ke padang rumput yang hijau dan air yang tenang (Mzm 23:2). Tidak perlu berbuat banyak, hanya istirahat dan dipulihkan.
3. Ada kalanya Tuhan menuntun kita untuk berjuang menghadapi musuh (Mzm 23:4-5). Jangan takut, karena sesungguhnya Ia yang menyediakan semuanya bagi kita dan menjamin kemenangan kita.
Jika kita tidak tahu harus mulai dari mana, maka mulailah dengan membangun kesetiaan dalam doa, agar Tuhan mengaruniakan kepekaan sehingga kita mengerti apa rencana Tuhan dalam hidup kita: apakah kita harus berdiam dan menanti atau kita harus bertindak, ke mana kita harus melangkah dan apa yang harus dilakukan. Dan jika kita sudah mengerti, maka jalanilah dengan mantap dan sukacita,
‘lamaan himahanAa ata Kan tema malaaan Nya Nila atilala db MA