adalah sebentuk sikap yang digerakkan oleh empati, turut dan penderitaan sesamanya. Mudah bagi kita untuk berbela rasa sukai atau menguntungkan. Tapi bagaimana kita bisa berbela g tidak ada sangkut pautnya dengan kita? Kadang bisa saja kita seseorang yang tidak dikenal, jatuh karena sepeda motornya kasus seperti ini biasanya orang hanya bersedia sampai batas n dimana dirinya tidak perlu dilibatkan sampai jauh. Misalnya, waktu, tenaga, dan materinya untuk menolong orang itu.

ukan sekedar memberikan pertolongan ala kadarnya kepada slihat kebutuhan orang itu secara keseluruhan baik jasmani ra seimbang. Tuhan Yesus telah memberi teladan tersebut saat :orang perempuan Yunani yang dianggap kafir oleh bangsa-Nya menarik adalah dialog mereka di ayat 27-29, mengapa Tuhan volong malah mengatakan ”….tidak patut mengambil roti yang lak dan melemparkannya kepada anjing.” Dan perempuan itu n. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah jak.” Tuhan Yesus memandang jawaban perempuan itu sebagai cisah paralelnya di Injil Matius 15:28, ditulis dengan jelas, “Hai a jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dialog tersebut an Yesus berbela rasa pada penderitaan jasmani perempuan n perempuan itu juga menjadi perhatian-Nya.

jang mau mengembangkan sikap berbela rasa, haruslah meniru erbela rasalah kepada semua orang dengan memperhatikan ra menyeluruh dan seimbang. Jangan terfokus hanya pada satu yang lainnya. Sisi jasmani dan rohani dari sesama kita adalah

You May Also Like

PAK . (49) 0410070 mail : gkipeterongan@gmail.com Vebsite : www.gkipeterongan.org Menyambut Kebebasan Dengan Ketaatan

Seorang Narapidana. Hari pertama di dalam sel: dunia seakan mau ma: dunia…

Pengharapan Masa Depan

Yesterday, Today, and Tomorrow (Kemarin, Hari ini dan Besok). Dalam bahasa Inggris…

Kuasa : Menindas atau Memberkati ?

Bila kita melihat realitas soasial yang terjadi ternyata teridentifikasi bahwa setiap orang…