g lalu saya mendengar kisah tentang seorang dokter yang jaskan membersihkan toilet setiap hari. Tetapi ia menyulap t terbersih diikotanya. Ketika ditanya tentang motif dibalik 3, “Saya selalu membayangkan bahwa Yesus setiap saat iir di toilet yang saya bersihkan, alangkah sedihnya kalau kan kotor ketika Ia datang”. Benar tidaknya kisah ini tetapi haruslah bersikap demikian. Sebab kita dipanggil untuk hamba. Apa pun profesi kita. Sebab kita semua adalah
g kita membeda-bedakan pekerjaan. Ada yang kita sebut n pekerjaan sekuler. Akibatnya kita merasa jauh lebih /enangkan melayani dalam gereja dibanding pekerjaan Uler sehari-hari. Memang ada orang-orang Kristen tertentu yanan-pelayanan khusus. Sama seperti kedua belas murid yanan Firman dan Doa. Tetapi ketujuh diaken terpanggil i-bagikan makanan sehari-hari kepada para janda. Tetapi entingnya. Termasuk pekerjaan yang kita anggap sekuler. uh yang memiliki fungsi berbeda-beda demikianlah kita dan tanggungjawab yang berbeda-beda pula.
engikut Yesus, setiap pekerjaan yang kita lakukan haruslah man kita. Firman Tuhan berkata, “Apapun juga yang kamu engan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk Apa pun profesi kita, Tuhanlah yang harus menjadi prioritas a pun yang kita kerjakan haruslah dipersembahkan untuk ya. Melalui pekerjaan kita, kita sedang melayani Tuhan. tata, “Saat anda melakukan segala sesuatu dengan mata Allah anda sedang mengikut, melayani dan menyembah