n tehnologi pangan saat ini sedemikian luar biasa sehingga para tkan produksi tanamannya dengan hasil yang berkualitas dan atu tehnologi itu adalah stek (sambung pucuk), yang mana salah -abang’/ranting) yang berasal dari tanaman lain yang merupakan an dengan cara di stek (sambung tempel) pada salah satu batang ainnya. Satu hal prinsip dari tehnologi stek ini adalah meskipun yg berasal dari pohon yang berkualitas sekalipun, namun apabila ekat pada pokok batang maka tentu tidak akan ada hasilnya mati.
| dengan alegori yang dikatakan Yesus: “Akulah pokok anggur Ihnya ingin menunjukkan pada murid-muridnya dan setiap orang mereka tidak akan dapat berbuat apa-apa dan menghasilkan gal menempel/melekat pada Yesus sebagai pokok kehidupan | dari kehidupan hanya didapatkan dari pokok hidup tersebut. ih menempel pada pokok maka sudah seharusnya dia akan ah kehidupan, itulah konsekwensinya. Bagaimana jika ia tidak gkinan tubuh dari ranting itu terdapat banyak kotoran yang han ranting untuk berbuah, maka sudah barang tentu ranting itu
snan orang-orang percaya meskipun mungkin mereka adalah akan sebagai “Bibit Unggul” namun tidak dapat dipungkiri bahwa “alias tidak menghasilkan buah-buah Kristus yang baik dalam kan. Mengapa bisa terjadi ? Karena hati dan pikiran mereka tidak ecara jasmaniah saja kelihatan ke gereja, berdoa, membaca dan bahkan suka dengan firman Tuhan, namun tetap saja hati dan nelayani keinginan dan kepentingan diri sendiri, sehingga hidup ni keinginan keduniawian sehingga tidak ada sedikitpun buah mereka. Sudahkah saudara melekat pada Kristus. Mudah asinya, dari buah kehidupan saudara. (JS)