adis kecil berumur empat tahun yang terlihat sehat dari wajahnya. nyum mengembang selalu menghiasi wajahnya yang sedang sa di RS. Kusta Carville, Lousiana, Amerika. Belakangan baru a kakinya terdapat perban yang tebal, menutupi koreng yang adis cilik ini terlihat bengkak dan bisa berputar ke segala arah! enunjukkan raut wajah kesakitan. Tania kehilangan kemampuan sakit. Kondisi diperparah oleh kondisi intelektual dan psikologinya da, belum memahami konsep kesehatan dan keselamatan jiwa. embuat Tania tidak mengerti bahwa cedera-cedera tersebut bisa yelamatkan jiwanya.
t’ bahwa rasa sakit adalah sebuah pesan. Ketika kita merasa sakit, dengan refleks kita melakukan sesuatu untuk mengurangi/ sebut. Tetapi apa jadinya apabila rasa sakit itu tidak bisa dirasakan Ik kejadian buruk yang bisa terjadi, karena hilangnya refleks dan ghindari cedera yang parah.
n, dan kesulitan hidup sering membuat kita frustrasi dan mati dan cenderung memandang dari sudut yang salah. Iman kepada an respon seharusnya dari kita, menjadi tidak logis dan sulit ihwa keberadaan penderitaan dan rasa sakit itu justru dipakai atkan kita untuk teguh beriman kepada Kristus (2Kor 5:6-7). suka perspektif baru mata hati kita. Di dalam perspektif ini, kita 1 Kristus adalah ciptaan baru (ay.17). Transformasi revolusioner uhi cara kita menilai diri sendiri, orang lain, dan segala sesuatu up kita (ay.16). Dalam iman kepada Kristus, ada pengharapan yang kita lakukan senantiasa didasarkan pada kehendak Allah.