idara mengalami pedihnya difitnah, atau merasakan kekecewaan iianati?? Semua orang pasti pernah merasakannya. Menyakiti n hal yang mungkin terjadi dalam kehidupan kita, baik itu dalam , relasi antar sesama, rekan kerja, bahkan rekan sepelayanan. ‘inaan, penghakiman, dan perbuatan melecehkan yang ditujukan jakibatkan “luka” yang mendalam. Jika dibiarkan begitu saja, luka Ih menjadi akar kepahitan, yang berakibat buruk bagi diri sendiri, skitar kita
mpak yang paling buruk adalah terganggunya kesehatan rohani ehidupan kita sulit untuk bersyukur, kehilangan kebahagiaan, nan Tuhan, bahkan menjauh dari Tuhan. Beberapa hal tersebut relasi kita dengan sesama. Kita merasa menjadi satu-satunya nia ini, sehingga kita menjadi egois, dan tidak mau memperdulikan ygi memiliki kepekaan akan kesulitan yang orang lain rasakan. snyadari bahwa setiap kita terbatas dan memiliki kelemahan. ang rasa itu menyakitkan, tetapi segera bangkit, dan jangan larut ut.
a hari ini mengingatkan kembali bahwa setiap kita harus 3 lama, dan mengenakan manusia baru. Sebagai manusia baru renyimpan amarah berkepanjangan. Jangan biarkan kemarahan bbahagiaan kita, bahkan membuat kita lupa akan berkat dan berikan. Dan sebagai manusia baru kita pun harus membuang raman, kemarahan, pertikaian, fitnah, dan segala kejahatan (ayat n segala kejahatan tersebut, kita dimampukan untuk berdamai dengan orang lain yang menyakiti kita, dan yang terpenting kita eeladani Kristus dalam kehidupan kita, yaitu dengan hidup ramah