an…!” Satu kata yang mengungkapkan rasa kesal, marah, dan dari mulut seorang ibu. Pasalnya, dia merasa Tuhan diam saja rgumulan. Doanya yang sungguh-sungguh minta kesembuhan, smatian orang yang dikasihinya. Teriakannya kepada Tuhan saat i pekerjaan, malah membuatnya makin terpuruk. Dia menyaksikan uat semena-mena kepadanya kini makin hebat dan berkuasa. an Tuhan….?” Doa dengan sikap rendah hati dan percaya ketika | menjadi keraguan dan protes terhadap kemampuan Tuhan
luh beda dengan orang-orang yang menyerukan “Hosana!” saat us masuk ke Yerusalem (Markus 11:9). Hosana berarti sudilah ni menggambarkan harapan bangsa Yahudi kepada Tuhan Yesus ii Mesias Sang pemulih kejayaan pemerintahan Daud (Markus jenuh hidup menderita dan tertindas sebagai bangsa jajahan na saat Tuhan Yesus tidak berdaya dalam belenggu tentara ya berubah menjadi Salibkan Dia! Mesias dihujat dan tinggalkan ereka tidak butuh Mesias yang kalah dan mati. Mereka hanya | membebaskannya dari penderitaan. Tidak ada loyalitas yang adap kepentingan pribadi.
i dengan loyalitas dan ketaatan Kristus kepada Bapa. Jalan Nya justru karena kebenaran dan kesetiaan-Nya menjalani ‘ang berstatus Maha Tinggi telah mengosongkan/merendahkan ang hamba (Filipi 2:7-8). Tidak ada sedikitpun protes yang lan dan kuasa Allah saat Dia ada dalam penderitaan yang hebat. a adalah Allah sangat meninggikan Dia dan melaluinya Allah ilipi 2:9-11). Inilah teladan mulia yang telah diwariskan kepada a gugur karena himpitan masalah dan penderitaan dunia. Biarlah an bukan lagi sebagai tuntutan, melainkan sebagai seruan yang lah pengharapan dan kekuatan yang memampukan kita taat pa meskipun jalan yang dihadapi itu berat dan sulit. -EJo-