Seorang Narapidana. Hari pertama di dalam sel: dunia seakan mau ma: dunia masih gelap dan kelam. Memasuki bulan ketiga: mulai hir bulan keenam: mencoba mengikuti setiap pembinaan dengan baik. s mengikuti pembinaan rohani, rasanya menyegarkan. Akhir bulan J untuk menjadi manusia baru. Memasuki tahun ketiga: berusaha terus ama napi. Tahun ketiga setengah: penuh pengharapan, menantikan saat ketiga: Praise The Lord, I’m free!! | catatan yang pemah ada kini tinggal kenangan. Harapan-harapan yang ring dengan kenyataan yang dihadapi bahwa tidak mudah menjalani Ji. Jalan satu-satunya adalah kembali merencanakan perampokan agar

rlahir sebagai narapidana, terpenjara dalam kutuk dosa. Sangat an, menakutkan, dan tanpa harapan. Namun harapan itu mulai bangkit mau datang dan mencurahkan darah-Nya sebagai tebusan untuk lenggu maut. Kitapun bebas! Kita bersukacita dan antusias menyambut rterimakasih kepada Sang Pembebas, kita berjanji untuk tunduk kepada yujud syukur kita. Tapi….berapa lama sukacita itu ada dalam hati kita? n untuk hidup taat pada Sang Penebus? Kesulitan hidup dan godaan iman kita gugur, sehingga akhirnya kita menyerahkan diri lagi kepada menjadi hamba dosa. nengingatkan dengan tegas kepada kita agar menjaga kesetiaan untuk esus Kristus sehingga kita mampu menjalani hidup dalam kasih karunia- sa sulit karena adanya tekanan-tekanan hidup, bukankah kita dapat spada Sang Penebus, yang kuasanya sungguh amat besar? Marilah kita g bijaksana. Jangan menyerah terhadap godaan iblis, tapi kalahkanlah

You May Also Like

Bersyukur dan Berbuah – ( dalam Kemurahan Allah

| Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Ungkapan itu menunjukkan betapa l…

Adven 2 Peka Untuk Diperbarui 2 Petrus 3:8-15, Markus 1:1-8

Sudah tidak terasa kita memasuki minggu Adven kedua. Kalau kita boleh jujur,…

Kebangkitannya Memampukan Kita Saling Menggembalakan

Kis. 4:5-12 ;1 Yohanes. 3:16-24 ; Yoh.10:11-18 Profesi gembala akrab dengan kehidupan…