sudah mulai terasa dinamika pesta demokrasi, di mana kita semua ses pemilihan umum baik itu pemilu legislatif maupun pemilu siden. Menarik untuk disimak dalam dinamika pesta demokrasi ara peserta pemilu dari calon-calon legislatif yang menampilkan oleh masyarakat. Mereka mulai mendekati masyarakat dengan in : “Dengan memilih saya anda tidak salah, karena inilah jalan sejahtera”, “Caleg yang berpihak pada rakyat”, “Caleg solider”, ‘slogan-slogan yang tidak rasional. Dan seperti biasanya nanti para celeg terpilih yang terjadi kemudian mereka melupakan 1 pada masyarakat yang akan menyelamatkan masyarakat dari sial. Apakah mudah membela dan berpihak pada rakyat ? Bukan ana, karena ada harga yang harus dibayar.
tampil untuk menyelamatkan keadaan dari kekacauan dalam eorang pribadi yang setia pada hukum, menjadi terang untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang-orang p, peduli dan berempati (Yes 42:1-9). Dan pada akhirnya pribadi ta jelas di dalam diri Yesus Kristus di mana Ia hadir di tengah- remberi diri di Baptis. Baptisan Yesus oleh Yohanes pembaptis batan namun baptisan yang menyatakan bahwa Ia solider sus yang solider dan berbelas kasih ada bersama-sama dalam kerapuhan kita, Ia datang, membantu dan campur tangan dalam | kebersamaan-Nya ia senantiasa dekat dengan setiap orang lemah, miskin, berdosa dan tak berdaya. Tidak hanya bersama Jan keterlibatan itu la wujudkan dalam tindakan kasih dengan jampuni, menguatkan, menghidupkan, dan memberi harapan. ujud ketika Ia menanggung penderitaan dan wafat di kayu salib penyelamatan manusia. Oleh sebab Yesus sang penyelamat unik di mana prioritas, keprihatinan dan orientasi hidupnya isia Maka tidaklah salah bila sejak awal kelahiranNva ja diberi