Apa yang Saudara rasakan jika ada orang-orang yang mengenali Saudara bukan sebagai diri Saudara sendiri, melainkan sebagai anak dari orang tua Saudara? Atau, bagaimana perasaan Saudara jika orang-orang mengenal Saudara semata-mata terkait pekerjaan atau karya Saudara: “Ibu A yang suka menjahit” “Ibu B yang melatih paduan suara”, dan sebagainya. Dikenali berdasarkan hubungan keluarga maupun berdasarkan karya tertentu, memang tidak salah. Hanya saja, pengenalan ini belum seutuhnya. Sebuah pengenalan seutuhnya membutuhkan relasi personal dengan seseorang, hingga bisa muncul rasa mengenal dan menerima sekalipun tanpa mengaitkannya dengan orang-orang atau karya tertentu. Pengenalan yang utuh seperti inilah yang Tuhan Yesus tunjukkan kepada Bartimeus.

Bartimeus, begitulah ia dikenal. Sebetulnya ini bukanlah namanya. Kata Bartimeus artinya “anak dari Timeus'”. Alkitab bahkan tidak mencatat nama aslinya, karena memang ia lebih dikenal dengan nama itu. Ia juga dikenal sebagai seorang pengemis yang tidak dapat melihat. Faktanya, pada masa itu, karena tidak bisa melihatiah, maka ia menjadi pengemis – sebab tidak ada pilihan pekerjaan lain yang dapat dilakukan oleh seseorang yang tidak dapat melihat. Yesus menghampiri Bartimeus yang berteriak-teriak memohon belas kasihan. Tanpa dipertegas tentang permohonan itu, tentu Yesus tahu belas kasihan seperti apa yang diharapkan oleh Bartimeus. Namun demikian, Ia bertanya, “Apa yang kaukehendaki…?”. Bagi Yesus, Bartimeus adalah seorang yang utuh, yang perlu dikenali perasaan dan keinginannya. Meski ia tidak dapat melihat, ia tetaplah subjek yang berharga, yang berhak untuk didengar dan diterima – sama seperti orang-orang lain yang bisa melihat.

Sebagaimana Yesus menganggap setiap orang berharga dan utuh – apapun kondisinya – demikian pula kita diajak untuk menjadi komunitas iman yang menerima setiap pribadi sebagai sosok yang utuh, setara satu dengan yang lainnya. Setiap orang yang merasa memiliki kelebihan dalam hal tertentu tidak perlu merasa superior atau lebih hebat dari yang lain. Kehadiran

You May Also Like

Menatap Masa Depan Senja kemarin, Dua orang asing datang singgah Atas undangan suamiku yang ramah Masuk, makan dan minum melepas lelah Malam tadi, Penduduk kota yang arogan Senang melecehkan dan bersikap jagoan Datang ke rumah membuat kekacauan Setelah itu, Dua orang asing menyuruh pergi “Keluar dari sini dan teruslah berlari”

Karena kota yang indah ini tidak akan ada lagi Saat itu, Kakiku…

ag en basis hrs BERUANG WE BENDA ROTE Disegarkan Air Kehidupan

Masih menjadi pembicaraan dalam khalayak ramai dan medsos tentang penganiayaan seorang anak…

Nikmatilah Tuntunan-Nya!

“Aku harus ke mana? Apa yang harus kulakukan?” Mungkin kita pernah atau…