Dalam satu hasil riset yang dipublikasikan di Washington Times pada 30 Juli 1996, Dr. Jeffrey Leven dan Dr. David Larsen melakukan penelitian terhadap lebih dari 500 orang selama berbulan-bulan. Riset panjang ini menghasilkan kesimpulan bahwa

“mereka yang membaca Alkitab secara teratur cenderung

mpunyai tekanan darah lebih rendah – tingkat depresi lebih rendah, — – lebih sedikit menderita penyakit jantung, – jarang yang kecanduan obat maupun alkohol, – jarang yang mengalami perpecahan dalam perkawinan, – kesehatannya jauh lebih baik dari mereka yang tidak membaca Alkitab.

Bagi kita orang percaya, dengan ataupun tanpa penelitian seperti yang dilakukan oleh Dr. Jeffrey Leven dan Dr. David Larsen, kita mengakui dan mengamini bahwa firman Tuhan adalah : “pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”, seperti yang dikatakan oleh si pemazmur dalam Mazmur 119:105. Juga dalam Mazmur 1:1-3 mereka yang suka dengan Firman Tuhan disebutkan sebagai orang yang berbahagia dan mereka juga seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya: apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Oleh sebab itu kepada murid-muridNya Yesus telah menyampaikan firman yang disampaikan Bapa kepadaNya (Yoh.17:8), agar para murid ini dikuduskan oleh firman itu (ay.17). Dan memang bukankah firman itu sendiri bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap orang kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik, dan dapat hidup kudus sesuai dengan yang Tuhan inginkan.

Namun yang menjadi persoalan pada zaman sekarang ini ternyata ada orang-orang percaya yang telah menyalahgunakan firman Tuhan itu sendiri, mulai dari memahami, menafsirkan sampai memakainya untuk kepentingan dan keinginan diri sendiri. Jangan heran bila kemudian saudara akan menemukan seorang percaya mengutip atau memakai firman Tuhan untuk tujuan-tujuan yang tersembunyi. Lalu apakah sikap yang sedemikian akan menguduskan diri dan hidupnya ? Tentu tidak. Sebaliknya akan membawa laknat karena telah memperalat firman Tuhan hanya untuk hawa nafsu diri sendiri. So…..berhati-hatilah ! (JS)

You May Also Like

Ka Batu Kebanggaan Diri

(Lukas 23:1—43) Dulu, ada seorang pemuda bemama Rangga. Ia pintar, berbakat, dan…

N Sukacita Atas Pertobatan Orang Berdosa

Seringkali kita lebih cepat menghakimi orang berdosa daripada bersukacita ketika mereka kembali…

PAK . (49) 0410070 mail : gkipeterongan@gmail.com Vebsite : www.gkipeterongan.org Hidup Berkelimpahan Bersama Komunitas

Jemaat 392, ‘Ku berbahagia” ditulis oleh Fanny Crosby. Crosby oleh dokter yang…

TOTALITAS DALAM MENJALANI PANGGILAN TUHAN

Yunus 3:1-5,10 ,Mazmur 62:5-12 ,I Korintus 7:29-31 ,Markus 1:14-20 Menjalani Panggilan Tuhan…