Dalam 2 dekade belakangan ini, tiba-tiba kita diributkan dengan masalah perbedaan. Orang mengalami pembullyan hanya oleh karena dia berbeda dengan yang lain. Kasus Ade Armando yang masih ada dalam ingatan kita adalah salah satu contoh nyata dalam kehidupan kita. Ada apa dengan kehidupan masyarakat kita ? Padahal dulu kita tidak pernah melihat perbedaan sebagai persoalan dalam kehidupan di negara yang penuh dengan perbedaan dan kepelbagaian. Dan sejujurnya kalau kita mau melihat kepelbagaian yang ada dalam bangsa Indonesia ini, sudah seharusnya dan selayaknya kita bersyukur karena segala kepelbagaian dan perbedaan itu adalah anugerah Tuhan dan keindahan tersendiri. Tuhan menciptakan perbedaan dengan warna-warninya agar hidup ini menjadi semakin hidup bahkan satu dengan yang lainnya bisa saling mengisi dan melengkapi.
Sebagai makhluk Tuhan, kitapun menyadari bahwa kita diciptakan dari satu tangan yang sama yakni Tuhan. Sebagai sang Creator, Dia memperlakukan dan menganugerahkan sebuah kehidupan yang baik, yang dapat dirasakan oleh ciptaan-Nya. Bahkan kehidupan yang baik ini juga dianugerahkan melalui jalinan relasi di antara sesama ciptaan-Nya. Kisah nabi Elia dan janda di Sarfat adalah gambaran dari keindahan perbedaan dalam jalinan relasi. Elia yang sebagai orang Yahudi tidak memandang rendah seorang janda apalagi menghakiminya sebagai orang kafir. Elia justru meminta makan dari janda Sarfat itu dan juga berjanji akan membantu kehidupan janda tersebut. Sebaliknya sikap dari janda itu sendiri juga memperhatikan dan mengutamakan Elia meski persediaan makanan yang ada padanya adalah yang terakhir. Rupanya si janda itu melihat Elia merupakan bagian dari dirinya meski berbeda (Yahudi vs non Yahudi) sehingga ia menghormati dan mengutamakan Elia. Indahnya kepedulian dalam perbedaan.
(JS)