Pelanduk adalah seekor binatang mamalia yang bentuknya lebih menyerupai binatang marmut dan ukurannya seperti seekor kelinci kecil. Beberapa mungkin lebih familiar dengan menyebutnya rock-badgers. Binatang ini merupakan makhluk pemalu. Jika ada benda asing yang mendekatinya, dengan segera ia masuk ke dalam celah-celah bebatuan dan bersembunyi pada tempat persembunyiannya, semakin didekati ia akan semakin masuk ke dalam hingga kita tidak dapat menemukannya lagi. Pemazmur dengan sengaja mencermati perilaku unik dari si Pelanduk dan menemukan sebuah fakta yang kontras antara kelemahan yang dimiliki pelanduk dengan kesadaran untuk bersandar pada kekuatan yang lebih besar.
Beberapa ajaran-ajaran postmodernisme mencoba mengangkat potensi manusia menuju tingkat yang sama dengan Allah. Seperti yang dituliskan Rhonda Byrne dalam buku fenomenalnya yang berjudul The Secret. Ia mengatakan “Anda adalah Allah dalam tubuh fisik. Anda adalah roh dalam daging…Anda adalah segala kuasa. Anda adalah segala hikmat. Anda adalah kepintaran. Anda sempurna. Anda luar biasa.” Hebat bukan! Padahal bukan itu kekuatan yang sebenarnya. Kehidupan manusia tidak pernah bersumber pada kekuatan mereka, melainkan bersumber pada Allah. Semua berasal dari Allah dan selalu dimulai dari Dia!
Kekuatan penebusan-Nya adalah “rumah gunung batu” kita dan karenanya kita dimampukan menghadapi tantangan dalam hidup ini. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku