Hari ini kita diajak Sang Pemazmur untuk melihat halaman belakang atau lapangan terdekat kita. Di sanalah berdiam seekor belalang. Ia berbeda dengan semut yang memiliki pemimpin. Ia bergerak tanpa ada yang mengatur, tanpa ada yang membujuk rayu, bahkan tidak menunda- nunda. Ketika datang teman-temannya, masing-masing bekerja tanpa menyinggung yang lain. Satu-satunya pemimpin para belalang adalah dirinya sendiri. Mereka berusaha mengerjakan dengan “misi’nya meski tanpa melewati rapat pleno. Namun toh “misi” itu tetap selesai dengan rapi dan teratur.

Integritas yang sama juga ditunjukkan oleh Allah kita Yesus Kristus. la mendapatkan banyak godaan untuk menggagalkan misi-Nya tapi Ia tetap setia. Teringat pada tulisan John C. Maxwell yang mengatakan bahwa seorang pemimpin tahu kemana ia harus pergi, menjalani jalan itu, dan mampu menunjukkan jalan itu. Dan memang itulah yang dilakukan Yesus bagi kita. Ia tahu kemana Ia harus pergi, menjalani jalan itu, dan menunjukkan pada kita. Visi itu adalah Salib Kristus. Ia tahu salib adalah tujuan menyatakan kasih-Nya. Ia menjalani panggilan itu. Ia menunjukkan kepada para murid dan kita saat ini untuk juga menyatakan kasih-Nya kepada sesama. Tanpa diatur, tanpa dibujuk rayu, tanpa menunda-nunda. Ia menjalankan tugas sampai tuntas, menjadi teladan tanpa imbalan. Sebagaimana Ia telah menunjukkan panggilan-Nya, kita dipakai menjadi perpanjangan tangan kasih-Nya. Tanpa diatur, tanpa dibujuk rayu, tanpa menunda-nunda, mari kita kerjakan! (AK)

You May Also Like

Pa KAA AAA TAN Beriman Dengan Sederhana

Seorang pengemis laki-laki duduk meminta-minta di depan gereja. Semua umat yang akan…

Dari Baptisan Menuju Pengudusan

Pada minggu kedua masa adven ini, kita dibawa pada penghayatan kembali akan…