Menurut cerita, Leonardo da Vinci waktu membuat lukisan Perjamuan Terakhir Tuhan Yesus butuh waktu tujuh tahun. Dia mencari model orang yang mirip Yesus, dipelajari karakternya lalu dilukis. Model terakhir yang dicari adalah orang yang mirip Yudas Iskariot dengan tampang jahat dan licik. Da Vinci minta izin raja mengambil salah satu narapidana dari penjara. Setelah dilukis, orang itu berkata : “Saya adalah anak muda yang pernah bapak lukis 7 tahun yang lalu sebagai model Yesus”. Da Vinci kaget ternyata orang yang dulu kelihatan tulus dan saleh itu berubah menjadi jahat. Tiap orang bisa berubah cepat atau lambat. Dari baik menjadi jahat atau sebaliknya, juga pendosa bisa berubah menjadi pendoa, yaitu orang percaya yang memiliki hubungan intim dengan Tuhan.
Umat Israel yang pernah mengalami mukjizat keluar dari Mesir berubah menjadi pemberontak di padang gurun hanya karena makanan roti manna. Dan menuduh Tuhan akan mematikan mereka (Bil 21:4-9). Tuhan murka lalu perintahkan Musa membuat ular tembaga yang ditinggikan di tiang. Siapa dipagut ular tedung tetapi kemudian melihat ular tembaga, maka orang itu akan selamat.
Cara unik dari Tuhan ini memberi pelajaran :
– Berdosa tidak akan membuat hidup damai sejahtera. Hidup kita tidak lepas dikelilingi ular tedung (dosa).
– Allah membuat titik balik dengan replika ular tembaga yang ditinggikan. Perubahan dari titik terendah ke titik yang tertinggi. Dari hidup menjadi pendosa menjadi hidup melihat Kristus yang disalibkan.
-Mau tetap hidup? Pilihlah Tuhan Yesus. Hanya oleh anugerah Allah kita diselamatkan bukan karena kekuatan dan kehebatan kita. Ingat ular tedung, ingat dosa kita. Ingat ular tembaga, ingat Tuhan Yesus.
Mau pilih yang mana? Pendosa atau Pendoa?
IAGPJ