Yesterday, Today, and Tomorrow (Kemarin, Hari ini dan Besok). Dalam bahasa Inggris hanya Yesterday yang tidak ada huruf O – nya. Today, hanya 1 (satu), sedang Tomorrow ada 3 (tiga).
O adalah Opportunity (kesempatan). Besok masih ada 3 (tiga) kesempatan tapi tidak ada seorangpun yang tahu apakah kita masih bisa melaluinya karena tiba-tiba bisa lenyap. Dimasa pandemi, orang hari ini ada, esok sudah tiada.
Umat Israel dibuang ke Babel, tetapi Tuhan tetap memperhatikan umat-Nya melalui Nabi Yeremia. Sekalipun berada jauh dari Yerusalem tetapi Tuhan Allah tidak jauh dari mereka. Jauh dimata dekat di hati. (Yeremia 29:1-12).
Inilah yang harus mereka perbuat selama di Babel. Juga kalau kita mengalami yang tidak biasa :
Tetap beraktivitas. Umat tetap mendirikan rumah, berkebun, hidup berumah tangga dan berketurunan. Mengalami seperti umat di Babel, tidak boleh menyerah pada keadaan. Setiap orang dengan sadar mengevaluasi diri dengan pertanyaan: “Mengapa?” Mengapa aku mengalami seperti ini? Dan setelah itu gantilah dengan pertanyaan: “Apa?” Apa yang harus kita perbuat. Allah tidak menghendaki kita mandeg dan pasrah. Minta hikmat Tuhan dan pimpinan Roh Kudus untuk melihat ke depan.
Beradaptasi dan menjadi teladan hidup. Di tempat asing, jangan menjadi orang asing. Berdoa, bekerja, berbaur namun tetap harus tampil diri sebagai umat Allah. Menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Tetap kritis dan kreatif menjadi saksi Tuhan yang memberkati orang lain. Bukan digarami tetapi menggarami orang di sekitar kita.
Tunggu waktu Tuhan yang indah. Kalau Tuhan izinkan kita menderita, banyak masalah, bukan berarti Tuhan senang kita sengsara. Tuhan mau melihat proses bagaimana sikap kita terhadap masalah itu dan hubungan kita dengan Tuhan. Jangan menjauhkan diri dari Tuhan. Waktu Tuhan akan datang untuk mengubah sengsara menjadi sukacita dan derita menjadi bahagia. (AGP)
—Ialan Tiihan Karanakala Siskar Tani Hima alan. Nya