Ada seorang teman yang menurut saya cukup unik. Mengapa? Karena ia hampir tidak pernah mengeluh. Ketika saya dan teman- teman lain tengah mengeluhkan sebuah kondisi yang menurut kami tidak nyaman, dia malah memberikan komentar dari sudut pandang lain yang lebih positif. Waktu itu saya pikir dia hanya sekedar bermanis bibir. Tapi berulang kali kami berjumpa, dia selalu memberikan tanggapan secara positif bahkan terhadap hal-hal buruk yang menimpa dirinya. Perjumpaan-perjumpaan itu akhirnya menyadarkan dan mengubahkan saya. Ternyata menghadapi sesuatu yang tidak nyaman tidak harus dengan mengeluh. Dengan berpikiran positif justru menolong kita untuk lebih merasakan damai di tengah problem yang masih dihadapi. Saya bersyukur Tuhan menolong saya mengalami perjumpaan dengan-Nya melalui seorang teman sehingga hidup saya pun berubah.

Ketika kita membaca kisah Tomas yang memberi syarat bahwa ia baru mau percaya Yesus sudah bangkit kalau ia sudah melihat dan memegang sendiri tubuh Yesus, mungkin kita menganggap kualitas iman Tomas lebih rendah daripada murid lainnya. Bahkan banyak orang Kristen melabelinya sebagai Tomas si peragu. Tapi bukankah Tomas hanya berlaku sama seperti murid lainnya? Para murid juga belum percaya ketika baru mendengar berita dari Maria. Setelah Tuhan Yesus menjumpai, barulah mereka percaya. Sayang memang, saat itu Tomas tidak ikut hadir. Namun Tuhan Yesus berkenan kembali menjumpai para murid, bahkan secara khusus bercakap dengan Tomas. Maka perjumpaan itupun segera memberi makna baru dalam kehidupan iman Tomas. Ia langsung percaya dan berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20:19- 29).

Tuhan punya banyak cara untuk menjumpai manusia. Tidak perlu dibandingkan mana perjumpaan yang lebih spektakuler. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersedia memaknai setiap mariimnaan tarcahiit cahinana kita danat maracakan kacih-.Nya

You May Also Like

Hikmat Tuhan Sebagai Standar Kehidupan

“Aturan dibuat untuk dilanggar.” Pernyataan tersebut muncul sebagai bentuk sindiran terhadap pemberlakuan…

Undangan Untuk Berhikmat

“Janganlah seperti orang bebal…” “Sebab itu janganlah kamu bodoh…” Dalam Efesus 5:…

N Terimalah dan Kasihilah Mereka Kasih sejati tak bersyarat A cuhkan tanpa diskriminasi S ingkirkan prasangka dan dengki I mani keselamatan bagi semua H idupkan harmoni dalam keluarga Tuhan

Bayangkan, seberapa besar sukacita yang dialami Kornelius dan seluruh sanak keluarganya! Mereka…

Bersyukur Sebagai Sikap Iman

Ada banyak alasan bagi seseorang untuk mengucap syukur? Ada orang bersyukur karena…