Yesus menyatakan diri-Nya dengan sebuah metafora “Akulah Pintu” (Yoh 10:7,9a), di mana hal ini terkait dengan metafora lainnya yaitu bahwa Yesus adalah Gembala yang baik (Yoh 10:11a). Pernyataan diri sebagai Gembala sekaligus sebagai Pintu ini hendak menunjukkan apa yang Yesus lakukan bagi umat manusia. Yesus merupakan penghubung atau jalan atau akses bagi manusia untuk dapat kembali kepada Bapa, Sang Penciptanya (Yoh 14:6). Hal itu dilakukan dengan mengorbankan diri-Nya untuk menebus hidup manusia dan menghapuskan dosa- dosa. Yesus memampukan manusia yang tadinya sama sekali tidak punya akses untuk masuk dalam kehidupan kekal bersama Bapa, kini semuanya menjadi mungkin. Dengan demikian sekaligus Yesus melindungi setiap orang yang percaya kepada- Nya dari jeratan maut. Iblis masih terus berupaya menjerat manusia agar kembali jatuh dalam dosa dan jauh dari Bapa, baik melalui penderitaan maupun kenikmatan hidup. Namun dengan kuasa-Nya, Yesus dapat menolong manusia untuk menolak semua jeratan itu dan bertahan dengan setia sampai akhir hidupnya.
Karya mulia Yesus ini jauh berbeda dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka pun menganggap dirinya sebagai pintu. Namun kehadiran mereka justru menjadi pintu terkunci yang menghalangi umat untuk datang kepada Tuhan. Sederet aturan dan sanksi yang diberikan justru membuat hidup umat bertambah berat serta mengalami berbagai kesesakan. Pintu itu rusak dan menakutkan. Oleh karena itulah Yesus hadir sebagai Pintu sejati yang menghantarkan umat untuk memasuki ruang damai sejahtera serta mengaruniakan perlindungan abadi. Rindukah kita datang kepada Sang Gembala Agung yang sekaligus menjadi