Kata integritas berasal dari bahasa latin yaitu, “integer” berarti utuh dan lengkap. Jadi integritas berarti sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Karena integritas seseorang dapat diberi kepercayaan lebih. Sebaliknya orang yang tidak memiliki integritas akan menyebabkan dirinya kehilangan kepercayaan dan penghargaan.
Para ahli Taurat dan orang Farisi di zaman Yesus adalah cerminan orang yang tidak berintegritas. Mereka tidak melakukan apa yang mereka ajarkan dalam kitab suci. Sebaliknya mereka mengikat bebab-beban berat di atas bahu orang, mengambil tempat kehormatan pada jamuan makan, memamerkan pakaian keagamaan mereka, serta mendorong orang-orang untuk memanggil mereka rabi. Sebagai akibatnya Yesus mengecam mereka dan menyebutnya celaka.
Sebagai orang percaya kadang-kadang kita terjebak dalam sikap yang sama. Rajin mempelajari bahkan mengajarkan kitab suci tapi tak menghidupinya. Rajin beribadah dan gandrung dengan simbol-simbol religius dan keagamaan tetapi berperilaku di luar kehendak Tuhan. Mengaku memercayai Allah yang penuh kasih tapi berperilaku penuh dengan kebencian dan kikir. Suka berbohong, korup, diskriminatif, suka pujian, egois, dan lain-lain.
Agar bisa lepas dari perilaku yang tidak berintegritas hiduplah sebagaimana adanya. Jangan haus pujian dan julukanjulukan tertentu. Berlakulah yang sama untuk semua orang dan jadilah pelayan serta selalu